Warta Kaili – The Devil Wears Prada 2 akhirnya menampakkan diri lewat cuplikan perdana yang langsung menyedot perhatian publik. Sekuel yang telah lama dinanti ini dijadwalkan tayang di Indonesia pada April 2026, menyusul perilisan di Australia pada 30 April 2026 serta di Inggris dan Amerika Serikat pada 1 Mei 2026 oleh 20th Century Studios.
Kabar ini menjadi angin segar bagi penggemar film pertama yang dirilis hampir dua dekade lalu. Antusiasme langsung terasa sejak teaser diluncurkan pada Senin (1/2) pekan lalu.
Dalam 13 jam pertama, cuplikan tersebut telah ditonton 4,2 juta kali—angka yang menunjukkan betapa besar kerinduan penonton terhadap kisah dunia mode yang glamor sekaligus penuh tekanan ini.
7 Fakta Sensasional The Devil Wears Prada 2
1. Miranda Priestly Kembali Menggetarkan Layar
Karakter ikonik Miranda Priestly kembali diperankan oleh Meryl Streep. Dalam cuplikan, sosoknya tetap tampil elegan, dingin, dan berwibawa seperti yang diingat penonton.
2. Andy Sachs Hadir, Namun…
Anne Hathaway kembali sebagai Andy Sachs. Namun ada kejutan emosional: Miranda digambarkan tidak lagi mengingat Andy, menciptakan dinamika baru yang mengundang rasa penasaran.
3. Nigel Tetap Setia di Sisi Miranda
Stanley Tucci kembali memerankan Nigel, tangan kanan Miranda yang setia. Dalam teaser, Nigel tampak harus mengingatkan Miranda tentang kebiasaan lamanya—momen yang terasa getir sekaligus menyentuh.
4. Karakter Lama Ikut Kembali
Tracie Thoms kembali sebagai Lily, sahabat Andy, sementara Tibor Feldman kembali memerankan Irv. Kehadiran mereka memperkuat nuansa nostalgia.
5. Respons Penggemar Meledak
Angka jutaan penonton dalam hitungan jam menunjukkan daya tarik film ini tetap kuat. Media sosial dipenuhi komentar antusias dan harapan tinggi.
6. Jadwal Tayang Global Berdekatan
Perilisan di beberapa negara dilakukan hampir bersamaan, menandakan strategi distribusi besar untuk menjaga momentum global.
7. Nostalgia dan Tantangan Baru
Sekuel ini tidak sekadar mengulang cerita lama. Ada konflik baru, perubahan relasi, dan kemungkinan dinamika industri mode yang lebih modern.
Cuplikan film ini menghadirkan perasaan campur aduk. Di satu sisi, penonton disuguhi nostalgia—busana mewah, dialog tajam, dan atmosfer kantor majalah mode yang kompetitif. Di sisi lain, ada nuansa reflektif tentang waktu yang berlalu dan hubungan yang berubah.
Kembalinya Miranda, Andy, dan Nigel bukan sekadar reuni karakter. Ini seperti membuka kembali lembaran lama yang belum sepenuhnya selesai. Adegan ketika Miranda tampak tak mengenali Andy memberi sentuhan emosional yang tak terduga. Ada jarak, ada waktu, dan mungkin ada luka yang belum sembuh.
Bagi penonton Indonesia, April 2026 menjadi bulan yang layak ditunggu. Film ini bukan hanya tentang mode atau ambisi karier. Ia berbicara tentang pilihan hidup, identitas, dan bagaimana seseorang bertumbuh dari tekanan.
Dengan respons awal yang begitu kuat, The Devil Wears Prada 2 berpotensi menjadi salah satu film Hollywood paling dibicarakan pada 2026. Kini, yang tersisa hanyalah menunggu layar bioskop menyala—dan kembali menyaksikan dunia penuh gaya yang tak pernah benar-benar kehilangan pesonanya.***
Reportase: Mawaddah
Editor: Ikhsan Madjido
