Ramadhan-Idul Fitri: 2,86 Triliun Rupiah Disiapkan BI Sulteng, Layanan Makin Mudah

Kepala BI Sulteng dan Asisten II Pemprov Sulteng launching SERAMBI 2026 Ramadhan-Idul Fitri terkait penukaran uang tunai Rp2,86 triliun di Sulawesi Tengah.
Kepala BI Sulteng bersama Asisten II Pemprov Sulteng usai peluncuran SERAMBI 2026 Ramadhan-Idul Fitri yang menyiapkan Rp2,86 triliun uang tunai di Palu. (Foto: Nita/RRI Palu)

Warta Kaili – Ramadhan-Idul Fitri selalu menjadi momen istimewa bagi masyarakat. Tradisi berbagi, belanja kebutuhan hari raya, hingga memberi uang kepada keluarga membuat kebutuhan uang tunai meningkat tajam.

Menyambut periode suci ini, BI Sulteng menyiapkan Rp2,86 triliun uang layak edar (ULE) agar masyarakat Sulawesi Tengah dapat bertransaksi dengan tenang dan nyaman.

Artikel ini disadur dari laman RRI.co.id, yang melaporkan pembukaan resmi rangkaian kegiatan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Irfan Sukarna, Rabu (18/02/2026).

Komitmen Nyata BI Sulteng di Ramadhan-Idul Fitri

Dalam kegiatan SERAMBI 2026 dan Gebyar Ramadhan 1447 Hijriah, BI bekerja sama dengan 22 perbankan untuk menyediakan 26 titik layanan penukaran uang Rupiah. Kolaborasi ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan wujud komitmen menjaga stabilitas dan ketersediaan uang tunai selama Ramadan dan Idulfitri.

Muhammad Irfan Sukarna menegaskan bahwa ketersediaan uang tunai menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat. Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga periode dengan perputaran uang yang tinggi—mulai dari pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan modern.

Dengan nilai Rp2,86 triliun yang disiapkan, BI Sulteng berupaya mengantisipasi lonjakan kebutuhan tersebut secara terukur dan profesional.

SERAMBI 2026 dan Inovasi Layanan Penukaran

Tahun ini, program SERAMBI hadir dengan pendekatan yang lebih tertata dan efisien. Salah satu inovasi utama adalah optimalisasi penggunaan aplikasi Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR).

Bacaan Lainnya

Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat memesan layanan penukaran sesuai jadwal dan lokasi yang diinginkan. Sistem digital ini dirancang untuk:

  • Mengurangi antrean panjang
  • Menghindari kepadatan di lokasi penukaran
  • Mendistribusikan uang secara lebih merata
  • Memberikan kepastian layanan

Layanan penukaran tersedia di berbagai lokasi strategis, seperti rumah ibadah, titik kas keliling, penukaran terpadu, dan kantor bank umum. Masyarakat cukup mengakses aplikasi PINTAR dan memilih jadwal yang tersedia.

Pendekatan ini mencerminkan transformasi layanan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat modern—praktis, terukur, dan nyaman.

Sinergi 22 Perbankan: Distribusi Lebih Tepat Sasaran

Keberhasilan program ini tidak terlepas dari sinergi antara BI dan 22 perbankan di Kota Palu serta wilayah Kas Titipan. Kolaborasi ini memastikan distribusi uang berjalan lancar hingga ke berbagai wilayah.

Di tengah meningkatnya kebutuhan uang pecahan kecil menjelang Idulfitri, distribusi yang tepat sasaran menjadi krusial. Tidak hanya jumlahnya yang harus cukup, kualitas uang yang beredar pun dijaga agar tetap layak edar.

Sinergi ini juga menunjukkan bahwa pengelolaan uang tunai bukan sekadar soal angka, melainkan soal kepercayaan publik terhadap sistem keuangan.

Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah

Selain memastikan ketersediaan uang tunai, BI Sulteng juga mengajak masyarakat untuk semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Cinta Rupiah diwujudkan dengan mengenali ciri keaslian melalui metode 3D: Dilihat, Diraba, Diterawang. Edukasi ini penting agar masyarakat terhindar dari uang palsu.

Merawat Rupiah juga ditekankan melalui prinsip 5J:
Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan distapler, Jangan diremas, dan Jangan dibasahi.

Bangga Rupiah berarti menyadari bahwa Rupiah bukan sekadar alat pembayaran sah, tetapi simbol kedaulatan bangsa. Setiap lembar uang memuat identitas dan kehormatan negara.

Sementara itu, Paham Rupiah tercermin dalam perilaku bijak berbelanja sesuai kebutuhan, mendukung produk dalam negeri, serta menabung dan berinvestasi untuk masa depan.

Pesan ini terasa relevan di tengah suasana Ramadan, ketika konsumsi cenderung meningkat. Bijak mengelola uang menjadi bagian dari kedewasaan finansial sekaligus bentuk ibadah sosial.

Lebih dari Sekadar Penukaran Uang

Program SERAMBI 2026 menunjukkan bahwa pengelolaan uang tunai bukan sekadar kegiatan teknis. Ada dimensi sosial, edukatif, dan bahkan emosional di dalamnya.

Ramadan selalu menghadirkan cerita tentang berbagi dan kepedulian. Uang tunai yang tertata rapi dalam amplop Lebaran sering kali menjadi simbol kasih sayang antarkeluarga. Di balik momen sederhana itu, ada kerja sistematis yang memastikan setiap lembar Rupiah tersedia tepat waktu.

BI Sulteng melalui SERAMBI 2026 menghadirkan kepastian di tengah kebutuhan yang meningkat. Dengan perencanaan matang, kolaborasi luas, dan sentuhan inovasi digital, masyarakat dapat menjalani Ramadhan-Idul Fitri dengan lebih tenang.

Pada akhirnya, kesiapan Rp2,86 triliun bukan sekadar angka besar. Ia adalah representasi komitmen, kepercayaan, dan tanggung jawab menjaga denyut ekonomi daerah tetap stabil selama bulan penuh berkah.

Dan di sanalah letak maknanya: menghadirkan layanan yang bukan hanya cukup, tetapi juga peduli.***

Pos terkait