Palu – Warta Kaili. Persipal Palu menutup putaran kedua Kompetisi Championship 2025/2026 dalam posisi paling sulit di Grup Timur. Dari 18 pertandingan, tim ini hanya mengumpulkan enam poin dan belum mencatat satu kemenangan pun.
Laskar Tadulako berada di dasar klasemen, terpaut lima poin dari PSIS Semarang di peringkat kesembilan, batas terakhir untuk menghindari degradasi langsung. Dengan sisa kompetisi yang semakin pendek, jarak itu menjadi tantangan serius.
Catatan gol memperjelas masalah Persipal sepanjang musim ini. Mereka kebobolan 44 gol dan hanya mencetak 10. Rasio tersebut mencerminkan ketimpangan yang konsisten, baik saat bermain di kandang maupun tandang.
Persipal kerap tertinggal lebih dulu, kesulitan mengendalikan tempo, dan jarang mampu membalikkan keadaan.
Manajemen sempat mencoba mengubah arah musim dengan melakukan perombakan tim pada awal 2026. Namun perubahan itu belum berdampak pada hasil.
Lima laga terakhir putaran kedua berakhir dengan kekalahan. Persipal kalah 1–4 dari Persiku Kudus dan 1–3 dari Persela Lamongan, kemudian tumbang dalam tiga laga tandang melawan PSIS Semarang (0–2), Kendal Tornado (0–4), dan Deltras (1–3).
Rangkaian hasil ini menempatkan Persipal sebagai satu-satunya tim di grup yang menuntaskan putaran kedua tanpa kemenangan.
Championship akan memasuki masa jeda sekitar 12 hari sebelum putaran ketiga dimulai pada 13 Februari 2026. Jeda ini menjadi kesempatan terakhir bagi tim-tim papan bawah untuk melakukan penyesuaian.
Namun, struktur jadwal putaran ketiga tidak menguntungkan Persipal. Tim peringkat satu hingga lima akan memainkan lebih banyak laga kandang, sementara tim peringkat enam hingga sepuluh harus menjalani lebih banyak laga tandang.
Sebagai juru kunci putaran kedua Grup Timur, Persipal hanya dijadwalkan memainkan empat laga kandang, masing-masing melawan Persipura Jayapura, Deltras FC, Persiku Kudus, dan Persiba Balikpapan.
Di sisi lain, mereka harus melakoni lima laga tandang ke Jawa dan Kalimantan untuk menghadapi Barito Putera, PSS Sleman, Kendal FC, Persela Lamongan, dan PSIS Semarang.
Rekam jejak pertemuan Persipal dengan tim-tim tersebut menunjukkan tantangan yang berat. Melawan Persipura, Persipal bermain imbang 0–0 di kandang, tetapi kalah 0–3 saat tandang.
Pola serupa terjadi saat menghadapi Deltras. Persiku Kudus menjadi lawan yang paling menyulitkan, dengan kemenangan 4–1 di Palu dan hasil imbang 1–1 di kandang mereka.
Persiba Balikpapan juga konsisten meraih poin, menahan imbang Persipal di Palu dan menang di kandang sendiri.
Hasil melawan tim-tim papan atas bahkan lebih berat. Persipal kalah dari Barito Putera dan PSS Sleman baik di kandang maupun tandang, dengan selisih gol yang besar.
Kendal FC, Persela Lamongan, dan PSIS Semarang juga secara rutin mengamankan poin dari Persipal sepanjang musim ini.
Putaran ketiga akan menentukan akhir perjalanan Persipal di Liga 2 musim ini. Berdasarkan regulasi, tim yang finis di peringkat terakhir klasemen akan terdegradasi langsung ke Liga 3. Tim peringkat kesembilan masih harus menjalani playoff degradasi melawan peringkat sembilan Grup Barat.
Bahkan skenario terbaik bagi Persipal—jika mampu keluar dari posisi juru kunci—masih menyisakan risiko besar, mengingat calon lawan playoff dari Grup Barat secara statistik memiliki performa lebih baik.
Dalam sepak bola, peluang selalu ada selama pertandingan belum dimainkan. Namun, bagi tim yang mengakuisisi Muba Babel Unite pada 2022, peluang itu kini sangat sempit. Statistik, jadwal, dan tren performa semuanya bergerak ke arah yang sama.
Tanpa peningkatan hasil yang signifikan di putaran ketiga, musim ini kemungkinan besar akan berakhir dengan degradasi, dan klub harus kembali membangun dari level yang lebih rendah. (IKH)



