Palu, Warta Kaili — Liga 4 Sulteng 2026 resmi bergulir, membawa harapan baru bagi geliat sepak bola daerah. Di tengah dinamika persiapan yang belum sepenuhnya matang, AKL 88 FC justru menunjukkan optimisme tinggi. Tim juara Liga 4 Kota Palu itu menargetkan poin penuh pada laga pembuka menghadapi Persigi, Jumat, 10 April 2026, di Lapangan Faqih Rasyid.
Sejak awal, Liga 4 Sulteng 2026 memang diwarnai sejumlah ketidakpastian, terutama terkait jadwal pelaksanaan. Kondisi ini turut berdampak pada kesiapan sejumlah tim, termasuk AKL 88 FC. Namun, di balik keterbatasan itu, semangat bertanding tetap terjaga.
Pelatih AKL 88 FC, Abd Hafid, mengakui timnya belum berada dalam kondisi ideal. Persiapan baru mencapai sekitar 75 persen. Meski demikian, ia menilai kualitas pemain tetap menjadi modal utama untuk menghadapi pertandingan perdana di Liga 4 Sulteng 2026.
“Memang persiapan belum maksimal karena sempat ada ketidakjelasan jadwal. Tapi secara skuad, kami tidak ada masalah. Semua pemain punya kualitas yang baik,” ujarnya.
Strategi Jadi Kunci di Laga Perdana
Dalam kompetisi seperti Liga 4 Sulteng 2026, faktor strategi sering kali menjadi pembeda. Hafid menegaskan, meski kondisi fisik belum sepenuhnya prima, timnya akan mengandalkan pendekatan taktis untuk mengimbangi permainan lawan.
Menurutnya, Persigi bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Tim tersebut dihuni pemain-pemain berkualitas, meskipun belum banyak informasi detail yang dikantongi AKL 88 FC.
“Gambaran permainan mereka sudah sedikit kami pelajari. Tinggal bagaimana kami mengatur strategi di lapangan,” tambahnya.
Target kemenangan pun ditegaskan sejak awal. Bagi AKL 88 FC, laga pembuka di Liga 4 Sulteng 2026 bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan momentum untuk membangun kepercayaan diri.
Format Kompetisi dan Perebutan Tiket Nasional
Sebanyak 11 tim ambil bagian dalam Liga 4 Sulteng 2026, yang terbagi ke dalam empat grup. Mereka akan bersaing memperebutkan satu tiket menuju Liga 3 Nasional.
Selain itu, turnamen ini juga memperebutkan Piala Gubernur Sulawesi Tengah dengan total hadiah Rp100 juta. Lebih dari sekadar trofi, kompetisi ini menjadi ajang pembinaan sekaligus pembuktian kualitas sepak bola daerah.
AKL 88 FC tergabung di Grup A bersama Persigi dan Persido. Sementara Grup B diisi Persibal, Sinar Laut, dan Garda FC. Grup C dihuni Galara Utama, Kaleke Putra, dan Persema FC. Adapun Grup D hanya terdiri dari Celebest FC dan Berlian Tomoli.
Format Liga 4 Sulteng 2026 menetapkan delapan tim terbaik melaju ke fase gugur, terdiri dari empat juara grup dan empat runner-up terbaik. Dari sana, kompetisi berlanjut ke semifinal hingga final.
Jadwal Lengkap Fase Grup Liga 4 Sulteng 2026
Berikut jadwal pertandingan fase grup Liga 4 Sulteng 2026:
- 10 April: Persigi vs AKL 88 FC
- 11 April: Persibal vs Sinar Laut; Galara Utama vs Kaleke Putra FC
- 12 April: Celebest FC vs Berlian Tomoli; Persigi vs Persido
- 13 April: Persibal vs Garda FC; Galara Utama vs Persema FC
- 14 April: AKL 88 FC vs Persido; Sinar Laut vs Garda FC
- 15 April: Kaleke Putra FC vs Persema FC
Setelah fase grup, Liga 4 Sulteng 2026 akan memasuki babak delapan besar pada 16–17 April, dilanjutkan semifinal pada 18–19 April. Perebutan tempat ketiga dan final dijadwalkan berlangsung pada 20 dan 21 April.
Lapangan Faqih Rasyid Siap Jadi Pusat Pertandingan
Kesiapan penyelenggaraan Liga 4 Sulteng 2026 turut menjadi perhatian pemerintah daerah. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, melakukan peninjauan langsung ke Lapangan Faqih Rasyid pada Kamis (9/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Ketua Panitia Pelaksana, Muchsin Husain Pakaya. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh aspek teknis berjalan sesuai standar.
Mulai dari kondisi rumput lapangan, fasilitas pendukung, hingga kesiapan panitia, semuanya diperiksa secara menyeluruh. Hasilnya, Lapangan Faqih Rasyid dinyatakan siap menjadi venue utama Liga 4 Sulteng 2026.
Pembukaan turnamen dijadwalkan berlangsung pada Jumat (10/4/2026), yang juga akan dihadiri langsung oleh Gubernur.
Lebih dari Sekadar Kompetisi
Bagi banyak pihak, Liga 4 Sulteng 2026 bukan hanya soal menang dan kalah. Kompetisi ini menjadi ruang tumbuh bagi talenta muda, sekaligus wadah mempererat kebersamaan antar daerah.
Atmosfer pertandingan diharapkan tidak hanya menghadirkan persaingan sehat, tetapi juga semangat sportivitas yang kuat. Di tengah keterbatasan, sepak bola tetap menjadi bahasa universal yang menyatukan.
AKL 88 FC, dengan segala keterbatasan persiapan, menjadi contoh bagaimana tekad dan keyakinan bisa tetap hidup. Laga perdana melawan Persigi akan menjadi ujian pertama, sekaligus penentu arah perjalanan mereka di Liga 4 Sulteng 2026.
Apakah optimisme itu akan berbuah kemenangan? Jawabannya akan tersaji di lapangan. Namun satu hal yang pasti, semangat kompetisi sudah mulai terasa, dan Liga 4 Sulteng 2026 siap menjadi panggung bagi lahirnya cerita-cerita baru sepak bola Sulawesi Tengah.***
