FIFA President 10 Tahun Transformasi: 11 Pencapaian Bersejarah untuk Dunia Sepak Bola

FIFA President 10 Tahun Transformasi – Gianni Infantino menyampaikan pesan reflektif kepada 211 asosiasi anggota FIFA dalam peringatan satu dekade kepemimpinannya.
FIFA President 10 Tahun Transformasi bersama Gianni Infantino dalam peringatan 10 tahun kepemimpinan di FIFA (Dok. FIFA)

Warta Kaili – FIFA President 10 Tahun Transformasi menjadi tonggak penting dalam perjalanan kepemimpinan Gianni Infantino. Pada Jumat, 27 Februari 2028, tepat satu dekade sejak terpilih dalam Kongres Luar Biasa di Zurich pada 26 Februari 2016, ia menulis surat pribadi kepada presiden dari 211 asosiasi anggota FIFA di seluruh dunia.

Surat itu bukan sekadar formalitas. Di dalamnya, ia menyampaikan terima kasih atas dukungan, kerja keras, dan kesetiaan para anggota yang disebutnya sebagai kunci perubahan besar dalam tata kelola sepak bola global. Momentum FIFA President 10 Tahun Transformasi ini sekaligus menjadi refleksi atas perjalanan dari krisis menuju pemulihan dan pembaruan.

Dari Krisis Menuju Reformasi

Saat pertama kali terpilih pada 2016, FIFA berada dalam situasi sulit. Organisasi yang menaungi olahraga paling populer di dunia itu menghadapi krisis kepercayaan yang bahkan disebut mengancam keberadaannya. Dalam suratnya, Infantino mengingat kembali momen tersebut sebagai titik balik.

Menurutnya, keputusan Kongres FIFA memilih arah baru saat itu adalah komitmen untuk membangun organisasi yang lebih transparan, akuntabel, dan fokus pada pengembangan. “Kami telah membawa sepak bola kembali ke FIFA dan FIFA kembali ke sepak bola,” tulisnya.

Narasi FIFA President 10 Tahun Transformasi tidak berdiri sendiri. Ia lahir dari kebutuhan mendesak untuk memulihkan reputasi lembaga dan memastikan bahwa kepentingan sepak bola, bukan kepentingan lain, menjadi pusat perhatian.

11 Pencapaian Utama dalam 10 Tahun

Dalam surat tersebut, Infantino merinci 11 pencapaian kunci selama satu dekade kepemimpinannya. Berikut gambaran utamanya:

1. Lonjakan Pendanaan melalui FIFA Forward Programme

Sejak 2016, program FIFA Forward Programme meningkatkan pendanaan langsung kepada asosiasi anggota hingga tujuh kali lipat. Setiap negara diberi keleluasaan menentukan prioritas investasi pengembangan sepak bola di wilayah masing-masing.

Bacaan Lainnya

Bagi banyak negara berkembang, tambahan dana ini berarti pembangunan lapangan, pusat pelatihan, dan kompetisi usia muda yang sebelumnya sulit diwujudkan.

2. Skema Pengembangan Bakat Global

Melalui FIFA Talent Development Scheme, lebih banyak pemain muda mendapat akses pelatihan tanpa memandang kondisi ekonomi atau lokasi geografis. FIFA President 10 Tahun Transformasi menempatkan pemerataan kesempatan sebagai prinsip penting.

3. Penguatan Kapasitas Administratif

FIFA meningkatkan kapasitas asosiasi dalam bidang hukum, keuangan, infrastruktur, medis, teknologi informasi, perlindungan anak, dan keamanan. Program khusus juga menyasar perempuan dalam posisi kepemimpinan sepak bola.

4. Partisipasi Lebih Besar dalam Pengambilan Keputusan

Forum terbuka seperti FIFA Executive Summits memperluas ruang diskusi antaranggota. Struktur komite tetap juga diperkenalkan untuk memperkuat partisipasi kolektif.

5. Keadilan di Lapangan melalui VAR

Penerapan Video Assistant Referee (VAR) sejak 2018 menjadi salah satu perubahan signifikan. Kini, 83 asosiasi anggota telah mengimplementasikannya. FIFA juga mengembangkan VAR Light dan Football Video Support agar lebih terjangkau.

Pada 2024, seluruh 211 asosiasi anggota mendukung sikap global melawan rasisme—langkah moral yang menegaskan komitmen bersama.

6. Transparansi Keuangan

FIFA menerapkan standar pelaporan keuangan internasional (IFRS), melakukan audit menyeluruh dana pengembangan, serta membuka proses penawaran dan penunjukan tuan rumah turnamen besar secara lebih transparan.

7. Ekspansi Piala Dunia Putra

FIFA World Cup diperluas menjadi 48 tim, membuka peluang bagi lebih banyak negara tampil di panggung dunia. Selain itu, FIFA Series 2026 akan melibatkan 36 tim dari enam konfederasi.

8. Ekspansi Piala Dunia Putri

FIFA Women’s World Cup berkembang menjadi 32 tim pada edisi 2023 dan akan menjadi 48 tim mulai 2031. Lebih dari 1.700 proyek pengembangan sepak bola perempuan dilaksanakan di 204 negara anggota.

9. Jalur Jelas untuk Pemain Muda

Ekspansi FIFA U-17 World Cup serta rencana Piala Dunia U-15 model festival memberi pengalaman internasional lebih dini bagi pemain muda dari seluruh dunia.

10. Dana Bantuan Krisis

Melalui COVID-19 Relief Plan, FIFA menyediakan USD 1,5 miliar bagi asosiasi terdampak pandemi. FIFA Foundation juga menyalurkan dana bantuan bencana dan pemulihan pascakonflik.

11. Penguatan Sepak Bola Klub

Edisi perdana FIFA Club World Cup 2025 menjadi tonggak baru. Kompetisi klub putri juga direncanakan menyusul, memperluas ekosistem sepak bola global.

Dampak bagi Masyarakat dan Ekosistem Sepak Bola

FIFA President 10 Tahun Transformasi bukan sekadar deretan angka dan kebijakan. Dampaknya terasa hingga akar rumput. Di negara-negara kecil, peningkatan dana berarti lapangan rumput sintetis pertama. Di wilayah konflik, sepak bola menjadi ruang aman bagi anak-anak.

Ekspansi Piala Dunia memberi harapan baru bagi negara yang sebelumnya sulit lolos. Kini, mimpi tampil di turnamen global terasa lebih realistis.

Dalam konteks sosial, komitmen melawan rasisme dan mendukung kesetaraan gender memperluas makna sepak bola sebagai alat pemersatu. Infantino menulis bahwa di dunia yang kerap dilanda perpecahan, sepak bola tetap menjadi kekuatan yang menyatukan.

Sebelum dan Sesudah 2016

Sebelum 2016, distribusi dana pengembangan jauh lebih terbatas. Kini, pendanaan meningkat tujuh kali lipat. Piala Dunia putra yang sebelumnya 32 tim, akan menjadi 48 tim. Piala Dunia putri berkembang dari 24 menjadi 32 tim, dan akan bertambah lagi.

Jumlah proyek pengembangan sepak bola perempuan juga melonjak signifikan, dengan lebih dari 1.700 program tersebar di hampir seluruh anggota FIFA.

Perubahan struktural ini memperlihatkan pergeseran dari organisasi yang defensif akibat krisis menjadi lembaga yang proaktif dalam ekspansi dan pengembangan.

Refleksi Satu Dekade Kepemimpinan

Dalam penutup suratnya, Infantino menyampaikan terima kasih atas kesetiaan dan dedikasi asosiasi anggota. Ia menegaskan bahwa FIFA yang kuat dan dipercaya adalah kebutuhan mutlak agar sepak bola terus berkembang.

Narasi FIFA President 10 Tahun Transformasi adalah kisah tentang pemulihan kepercayaan. Dari krisis menuju reformasi. Dari ketidakpastian menuju ekspansi. Dari keraguan menuju kolaborasi.

Sepuluh tahun bukan waktu singkat dalam tata kelola olahraga global. Namun perjalanan ini menunjukkan bahwa perubahan membutuhkan visi, dukungan kolektif, dan komitmen jangka panjang.

Di tengah dunia yang terus berubah, sepak bola tetap menjadi bahasa universal. Dan dalam satu dekade terakhir, FIFA berupaya memastikan bahasa itu tetap hidup, inklusif, dan menjangkau lebih banyak orang.

Pada akhirnya, FIFA President 10 Tahun Transformasi bukan hanya tentang seorang pemimpin. Ia adalah cermin perjalanan bersama 211 negara yang percaya bahwa sepak bola bisa lebih bersih, lebih adil, dan lebih terbuka bagi semua.***

Pos terkait