Reporter: Nazirah Amalia
Editor: Ikhsan Madjido
Warta Kaili – Cooper Flagg cedera menjadi kabar mengejutkan menjelang NBA All-Star 2026. Bintang muda Dallas Mavericks itu dipastikan absen dari laga terakhir sebelum jeda serta tidak akan tampil di ajang Rising Stars pada Jumat malam waktu Amerika Serikat.
Pengumuman resmi disampaikan Mavericks pada Rabu (11/2) waktu setempat. Hasil MRI menunjukkan Flagg mengalami keseleo di bagian tengah kaki kirinya. Cedera tersebut terjadi saat Mavericks kalah 120-111 dari Phoenix sehari sebelumnya.
Ironisnya, pada laga itu Flagg justru tampil gemilang. Ia mencetak 27 poin dalam 36 menit permainan. Performa tersebut kembali menegaskan kualitasnya sebagai rookie paling menjanjikan musim ini. Namun, di balik sorotan statistik, cedera datang tanpa kompromi.
Absennya Flagg menjadi kehilangan besar, bukan hanya bagi Mavericks, tetapi juga bagi panggung Rising Stars 2026 yang seharusnya menjadi momen perayaan talenta muda terbaik liga.
Musim Rookie yang Mengesankan
Terlepas dari cedera ini, musim perdana Cooper Flagg di NBA tergolong luar biasa. Rata-rata 20,4 poin, 6,6 rebound, 4,1 assist, dan 1,2 steal per gim adalah angka yang berbicara sendiri. Ia tampil matang, tenang, dan berani mengambil tanggung jawab di momen krusial.
Sebagai pilihan pertama dalam Draft NBA 2025, ekspektasi terhadapnya memang tinggi. Namun Flagg tidak sekadar memenuhi harapan—ia melampauinya. Dalam banyak pertandingan, ia menjadi motor serangan sekaligus energi defensif Mavericks.
Kecepatan membaca permainan, keluwesan pergerakan tanpa bola, dan kemampuannya menembak dari berbagai sudut membuatnya cepat beradaptasi dengan intensitas NBA. Banyak pengamat menilai ia memiliki fondasi untuk menjadi wajah baru liga dalam beberapa tahun ke depan.
Karena itu, absennya ia di Rising Stars terasa lebih menyayat. Ajang tersebut biasanya menjadi panggung bagi rookie dan pemain tahun kedua untuk menunjukkan identitas mereka kepada dunia.
Mavericks dalam Tekanan
Cedera Flagg datang di saat yang kurang ideal. Dallas Mavericks (19-34) sedang mengalami delapan kekalahan beruntun menjelang pertandingan melawan Los Angeles Lakers pada Kamis malam waktu AS.
Rangkaian hasil negatif itu menempatkan tim dalam tekanan besar. Setelah jeda All-Star, Mavericks juga harus menjalani tiga laga tandang berturut-turut, dimulai 20 Februari di Minnesota.
Dalam situasi seperti ini, kehadiran pemain muda energik seperti Flagg sangat dibutuhkan. Ia bukan hanya kontributor angka, tetapi juga simbol harapan di tengah musim yang berat.
Tanpa dirinya, beban tim akan semakin bertambah. Rotasi harus disesuaikan, dan para pemain senior dituntut tampil lebih konsisten.
Cedera dan Ritme yang Terhenti
Cedera keseleo di bagian tengah kaki bukan cedera ringan bagi pemain basket profesional. Area tersebut berperan penting dalam stabilitas, akselerasi, dan lompatan. Meski belum ada estimasi detail tentang lamanya pemulihan, keputusan menahan Flagg dari Rising Stars menunjukkan tim tidak ingin mengambil risiko.
Bagi seorang rookie, momentum sangat berharga. Setiap pertandingan adalah ruang belajar. Setiap panggung nasional seperti Rising Stars adalah kesempatan membangun reputasi.
Namun dalam olahraga profesional, menjaga kesehatan jangka panjang jauh lebih penting daripada satu akhir pekan perayaan.
https://www.instagram.com/sportsnet/
Flagg sendiri belum memberikan pernyataan panjang, tetapi dari bahasa tubuhnya seusai laga melawan Phoenix, ia tampak frustrasi. Ia berjalan perlahan meninggalkan lapangan, menyadari ada yang tidak beres.
Itulah sisi manusiawi dari seorang atlet muda—di balik sorotan lampu dan angka statistik, ada rasa kecewa yang harus diproses.
Harapan yang Tetap Menyala
Absennya Cooper Flagg dari Rising Stars 2026 memang mengecewakan, tetapi musimnya belum berakhir. Justru jeda All-Star bisa menjadi ruang pemulihan yang tepat.
Banyak pemain besar pernah melalui musim rookie yang diwarnai cedera. Yang membedakan adalah bagaimana mereka bangkit. Dengan etos kerja yang sudah ia tunjukkan, tidak ada alasan untuk meragukan mentalitas Flagg.
Bagi penggemar Mavericks, harapan tetap ada. Tim ini mungkin sedang berada dalam fase sulit, tetapi memiliki fondasi pemain muda berbakat adalah investasi jangka panjang.
Rising Stars 2026 akan berlangsung tanpa Cooper Flagg. Namun sorotan terhadapnya tidak akan padam. Ia sudah menunjukkan cukup bukti bahwa masa depannya cerah.
Kadang, perjalanan menuju puncak tidak berjalan lurus. Ada jeda, ada luka, ada momen menepi sejenak. Tetapi bagi pemain dengan potensi dan karakter seperti Flagg, jeda ini kemungkinan besar hanyalah bagian kecil dari kisah besar yang sedang ia bangun di NBA.
Dan ketika ia kembali ke lapangan, sorak sorai itu akan terasa lebih berarti—karena ia telah melewati ujian pertamanya sebagai bintang muda liga.***
