Beranda
-
7 Fakta Menarik Norwegia, Negara yang Singkirkan Brasil di Piala Dunia 2026
Warta Kaili – Dunia sepak bola dikejutkan oleh kemenangan Norwegia atas Brasil dengan skor 2-1 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Dua gol Erling Haaland membawa negara Skandinavia itu melangkah ke perempat final dan mengakhiri perjalanan salah satu favorit juara. Keberhasilan tersebut membuat nama Norwegia menjadi perbincangan di berbagai belahan dunia. Namun, negara yang…
-
Mengapa “Tolare” Bukan Bahan Lelucon: Saatnya Waras Digital di Lembah Palu
Palu – Warta Kaili. Media sosial di Lembah Palu kembali gaduh. Sebuah video blog (vlog) milik seorang netizen mendadak viral dan memancing gelombang kecaman. Pemicunya klasik tapi fatal: penggunaan kata “Tolare” sebagai peluru komunikasi untuk mengolok-olok temannya sendiri. Mungkin bagi si kreator, video itu hanyalah internal joke—candaan renyah antar-teman demi menaikkan metrik keterlebatan (engagement) atau…
-
Dadan Hindayana Ditahan, Saat Harapan Anak-Anak Bertemu Dugaan Korupsi
Warta Kaili – KabarDadan Hindayana ditahan menjadi perhatian publik setelah Kejaksaan Agung menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut sebagai tersangka dalam dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rabu, 3 Juni 2026, suasana di Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Jakarta Selatan, terlihat berbeda. Satu per satu tersangka keluar dari…
-
Pancasila dan Pampa: Menggugat Simulakra Kekuasaan, Mengembalikan Volkgeist Perempuan Adat Sigi (Refleksi Liris dari Lereng Patahan Palu-Koro)
Oleh: MHR. Tampubolon (Akademisi Fakultas Hukum Universitas Tadulako. Pegiat Perjuangan PPMHA, Pegiat Hukum Lingkungan Pusat Studi Hukum dan Kelembagaan Adat (PUSHAM ADAT) Prolog Di lereng Patahan Palu-Koro yang urat buminya tak pernah tidur, puluhan tahun sebelum Perda PPMHA No. 12/2025 lahir, perempuan adat To Kulawi di Lonca, Pelempea, dan Banasu terus merawat pampa dengan jari-jari kasar oleh…
-
Bukan Sekadar Boramae dan K-Pop, Menagih Pemerataan Transfer Teknologi di Luar Pulau Jawa
Momentum Transformatif di Seoul Dalam hubungan antarnegara, ukuran keberhasilan sebuah kemitraan bukanlah banyaknya nota kesepahaman yang ditandatangani, melainkan sejauh mana kerja sama itu menghasilkan manfaat nyata bagi kedua pihak. Dalam konteks hubungan Indonesia dan Korea Selatan, manfaat tersebut semakin terlihat ketika kerja sama kedua negara bergerak melampaui perdagangan dan investasi menuju bidang-bidang strategis seperti pertahanan,…
-
Pancasila Bukan Simulakra: Mengembalikan Hutan Adat, Huaka dan Katuvua sebagai Volkgeist Indonesia
Refleksi Kritis dari Tanah Sigi: Ketika Negara Mengakui di Kertas, tapi Melupakan Jiwa yang Hidup Oleh: MHR. Tampubolon – Akademisi Fakultas Hukum Universitas Tadulako, Pegiat Perjuangan PPMHA, Pegiat Hukum Lingkungan. Pusat Studi Hukum dan Kelembagaan Adat (PUSHAM ADAT) PROLOG : “Tari Ada Topo Ada — Hukum Kami Hukum Adat” Setiap tahun, pada 1 Juni, bangsa…
-
Domba, Bukan Ismail: Refleksi Idul Adha atas Hak Perempuan, Hak Anak, dan Ketaatan yang Membebaskan
Sebuah bacaan ulang atas ketaatan Ibrahim, kesabaran Ismail, dan perjuangan Hajar dalam cahaya HAM dan Hukum Islam Inklusi Penulis: MHR. Tampubolon (Akademisi Fakultas Hukum Universitas Tadulako (Untad) & Penggiat HAM Perspektif HAN) Prolog: Di Persimpangan Takbir dan Air Mata Gema takbir menggantung di udara seperti kabut pagi yang tak ingin pergi. Jutaan suara naik menembus…
-
Mengakui dan Menghormati, Tapi Tidak Melindungi: Celah Konstitusional Pasal 18B UUD 1945 dalam Kasus Rondingo
Refleksi Kritis atas Perubahan Nama Uwe Ndingo—Ketika Negara Hanya ‘Sekadar Mengakui’ Tanpa Konsekuensi Hukum Penulis: MHR. Tampubolon*) Abstract Kisah perubahan nama Desa Rondingo dari Uwe Ndingo menjadi Rondingo akibat kesalahan administratif tahun 1970-an bukan sekadar cerita pilu tentang hilangnya makna sebuah nama. Ia adalah cermin tajam dari kelemahan struktural frasa “mengakui dan menghormati” dalam Pasal…
-
Asal Usul Nama Desa Rondingo: Makna yang Hilang karena Literasi
Dari Uwe Ndingo ke Rondingo Asal usul nama Desa Rondingo menyimpan cerita panjang yang tak sekadar soal perubahan bunyi, tetapi juga hilangnya makna. Desa yang kini dikenal sebagai Rondingo, di Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dulunya bernama Uwe Ndingo. Nama itu memiliki arti yang jelas: mata air milik Ndingo, atau mata air yang ditemukan…
-
HKBN 2026 Kota Palu: 7 Momen Kuat Bangun Budaya Siaga Bencana
Palu – Warta Kaili. HKBN 2026 Kota Palu kembali menjadi ruang belajar bersama yang hangat dan penuh makna bagi masyarakat. Di halaman Kantor Wali Kota Palu, Minggu (26/04/2026), rangkaian kegiatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional tingkat kota resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo. Tidak sekadar seremoni, kegiatan ini menghadirkan pengalaman nyata tentang bagaimana…
