xStocks vs Saham Konvensional: Inovasi Nyata atau Sekadar Kemasan Digital?

xStocks vs saham konvensional dalam ekosistem investasi digital berbasis blockchain (Dok. INDODAX)
Ilustrasi perdagangan xStocks vs saham konvensional di platform aset digital. (Dok. INDODAX)

xStocks vs Saham Konvensional: Apa yang Sebenarnya Berubah?

Warta Kaili – xStocks vs saham konvensional kini menjadi perbincangan hangat di tengah perubahan lanskap pasar keuangan global. Jika dulu saham hanya bisa dibeli saat jam bursa aktif, kini hadir versi digitalnya di jaringan blockchain yang dikenal sebagai tokenized stocks atau xStocks.

Sebagian kalangan melihatnya sebagai terobosan revolusioner. Akses dianggap lebih terbuka, transaksi lebih cepat, dan batas geografis kian kabur. Namun, ada pula yang menilai ini hanya bentuk lama yang dibungkus teknologi baru.

Lalu, apa sebenarnya perbedaan mendasar antara keduanya?, xStocks vs Saham Konvensional. Dan apakah ini benar-benar perubahan besar dalam dunia investasi?

6 Perbedaan xStocks vs Saham Konvensional yang Perlu Dipahami

1. Struktur Kepemilikan

Pada saham konvensional, kepemilikan investor tercatat resmi melalui perusahaan sekuritas dan sistem kustodian yang diawasi regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan. Di Indonesia, pencatatan transaksi terhubung dengan sistem penyimpanan efek di Bursa Efek Indonesia.

Nama investor tercatat jelas dalam subrekening efek. Artinya, secara hukum ia diakui sebagai pemegang saham dengan hak tertentu, termasuk hak suara dalam RUPS dan potensi dividen.

Menyadur Indodax, xStocks adalah token digital yang mewakili nilai saham yang disimpan oleh penerbit atau kustodian tertentu. Investor memegang token tersebut di dompet kripto. Namun, dalam banyak model, investor tidak selalu tercatat langsung sebagai pemegang saham resmi di bursa. Hak-haknya bisa berbeda, tergantung kebijakan penyedia platform. xStocks vs Saham Konvensional.

Di titik ini, perbedaannya bukan hanya teknis, melainkan juga menyentuh aspek legal dan tata kelola.

Bacaan Lainnya

2. Jam Perdagangan

Saham konvensional hanya diperdagangkan saat jam bursa aktif. Di Indonesia, transaksi mengikuti jadwal operasional Bursa Efek Indonesia pada hari kerja.

Sebaliknya, xStocks berjalan di atas jaringan blockchain yang beroperasi 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Investor dapat melakukan transaksi kapan saja, termasuk malam hari atau akhir pekan.

Bagi sebagian orang, fleksibilitas ini terasa membebaskan. Namun bagi yang lain, pasar tanpa jeda juga berarti volatilitas bisa terjadi kapan saja, tanpa “waktu istirahat”. Itulah perbedaan kedua xStocks vs Saham Konvensional.

3. Proses Settlement

Dalam sistem saham tradisional, penyelesaian transaksi mengikuti skema settlement T+2. Artinya, setelah transaksi terjadi, dibutuhkan dua hari kerja hingga penyelesaian administratif benar-benar tuntas.

Di ekosistem xStocks, settlement dapat berlangsung hampir instan setelah transaksi tervalidasi di blockchain. Pencatatan terjadi secara otomatis melalui sistem terdesentralisasi.

Kecepatan ini sering disebut sebagai salah satu keunggulan utama tokenisasi. Namun, percepatan tidak selalu berarti pengurangan risiko—ia hanya memindahkan kompleksitas ke lapisan teknologi.

4. Infrastruktur Perantara

Saham konvensional melibatkan sejumlah perantara: broker, lembaga kliring, kustodian, hingga regulator. Sistem ini sudah lama berdiri dan relatif stabil.

xStocks memanfaatkan teknologi blockchain dan smart contract untuk memangkas sebagian peran administratif tersebut. Smart contract memungkinkan transaksi dijalankan secara otomatis sesuai kode yang telah diprogram.

Meski demikian, xStocks tidak sepenuhnya tanpa perantara. Tetap ada kustodian yang menyimpan saham asli sebagai underlying asset. Dengan kata lain, struktur menjadi lebih ringkas, tetapi tidak sepenuhnya terlepas dari institusi terpusat.

5. Akses dan Nominal Pembelian

Di pasar saham konvensional Indonesia, pembelian dilakukan dalam satuan lot, yaitu minimal 100 lembar saham. Untuk saham dengan harga tinggi, modal awal bisa terasa cukup besar.

Sebaliknya, xStocks umumnya memungkinkan pembelian fraksional. Investor dapat membeli sebagian kecil dari satu saham dengan nominal yang lebih ringan.

Bagi investor ritel atau generasi muda, akses fraksional ini terasa lebih inklusif. Mereka dapat berpartisipasi tanpa harus menyiapkan dana besar di awal.

6. Spektrum Risiko

Saham konvensional memiliki risiko pasar yang jelas: fluktuasi harga, kinerja perusahaan, kondisi ekonomi makro, dan sentimen global.

xStocks membawa lapisan risiko tambahan. Selain risiko harga sahamnya, ada risiko platform kripto, potensi kerentanan pada smart contract, serta ketergantungan pada kustodian penerbit token.

Jika terjadi gangguan teknis atau masalah pada platform, dampaknya bisa berbeda dibanding sistem bursa tradisional yang memiliki mekanisme pengamanan berlapis.

Revolusi atau Evolusi Bertahap?

Pertanyaan besarnya: apakah xStocks akan mengubah cara orang mengakses saham di masa depan?

Dari sisi efisiensi dan fleksibilitas, potensinya nyata. Perdagangan 24 jam, settlement cepat, dan pembelian fraksional membuka kemungkinan partisipasi yang lebih luas.

Namun, pasar saham konvensional berdiri di atas fondasi regulasi yang matang. Pengawasan ketat, kepastian hukum, serta perlindungan investor telah dibangun selama puluhan tahun.

Tokenisasi saham di banyak negara masih berkembang. Kerangka hukumnya belum sepenuhnya seragam. Tanpa kepastian regulasi yang kuat, adopsi xStocks kemungkinan akan berjalan bertahap, bukan eksplosif.

Integrasi, Bukan Penggantian

Melihat dinamika saat ini, skenario paling realistis bukanlah penggantian total, melainkan integrasi. Keuangan tradisional (TradFi) dan ekosistem Web3 dapat saling melengkapi.

Tokenisasi bisa menjadi lapisan tambahan untuk distribusi dan akses, sementara sistem konvensional tetap menjadi fondasi legal dan tata kelola.

Bagi investor, yang terpenting bukan memilih mana yang “paling modern”, melainkan memahami struktur, hak, risiko, dan mekanismenya secara menyeluruh.

Perubahan memang sedang terjadi. Namun seperti banyak inovasi finansial lainnya, dampaknya akan bergantung pada regulasi, kepercayaan publik, dan kesiapan infrastruktur.

Jadi, xStocks vs saham konvensional—revolusi atau sekadar bungkus baru? Jawabannya mungkin tidak hitam putih. Ia bisa menjadi jembatan menuju model investasi yang lebih fleksibel, asalkan fondasinya tetap kokoh dan transparan.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *