Warta Kaili – Media sosial kembali menemukan obsesinya. Kali ini datang dari India, dengan potongan rambut khas poni jatuh ala Justin Bieber era awal karier.
Namanya Suraj Chavan, pria 30 tahun yang mendadak viral dan dijuluki warganet sebagai “Indian Justin Bieber” sekaligus “Most Handsome Man in India”. Julukan itu lahir bukan dari panggung kontes kecantikan atau lembaga resmi, melainkan dari linimasa—tempat selera publik bekerja dengan caranya sendiri.
Suraj bukan penyanyi pop, apalagi bintang besar sejak awal. Ia tidak pernah menyanyikan Baby atau berdiri di atas panggung konser megah. Namun ekspresi wajahnya yang hidup, gestur spontan, serta video-video kasual yang diunggahnya justru menciptakan daya tarik yang sulit dijelaskan dengan rumus algoritma semata.
Humor ringan warganet yang membandingkan auranya dengan Justin Bieber perlahan berubah menjadi gelombang popularitas. Kini, Suraj mengumpulkan lebih dari 2,7 juta pengikut di Instagram.
Di balik sorotan kamera dan komentar pujian, ada kisah hidup yang jauh dari glamor. Suraj Chavan lahir pada 1992 di Desa Modhave, Baramati Taluka, Distrik Pune, Maharashtra. Masa kecilnya diwarnai kehilangan.
Ayahnya meninggal dunia karena kanker, disusul ibunya akibat sakit. Ia tumbuh bersama lima kakak perempuan dalam kondisi ekonomi yang rapuh. Situasi ini memaksanya berhenti sekolah setelah kelas 8 dan bekerja sebagai buruh harian dengan upah sekitar ₹300 per hari (sekira Rp55.800 – Rp56.000).
Hidup Suraj mulai berubah bukan karena rencana besar, melainkan kebetulan kecil. Seorang keponakannya memperkenalkan TikTok kepadanya. Video pertamanya bahkan direkam menggunakan ponsel milik orang lain.
Tak disangka, unggahan itu viral. Dorongan dari respons publik membuatnya membeli ponsel sendiri dan terus merekam video-video sederhana—tanpa naskah, tanpa pencitraan berlebihan. Di tengah maraknya konten yang dipoles rapi, kejujuran Suraj terasa berbeda dan dekat.
Ekspresi dramatisnya, tatapan mata yang kuat, dan keberanian tampil apa adanya membuat banyak orang merasa terhubung. Suraj bukan sosok sempurna yang lahir dari privilese, melainkan potret seseorang yang berani hadir dengan segala keterbatasan. Dari situlah popularitasnya tumbuh.
Perjalanan Suraj kemudian melampaui dunia media sosial. Namanya semakin dikenal publik luas setelah ia mengikuti dan memenangkan Bigg Boss Marathi Season 5. Kemenangan itu menjadi pintu masuk ke dunia hiburan arus utama. Ia lalu membintangi film drama romantis Zapuk Zupuk pada 2025, menandai transisinya dari influencer menjadi aktor layar lebar.
Kehidupan pribadinya pun tak luput dari perhatian. Pernikahannya dengan kekasih masa kecilnya, Sanjana Gophane, pada 29 November 2025, ramai dibagikan di media sosial. Banyak yang melihat momen itu sebagai simbol perjalanan panjang—dari desa kecil hingga sorotan nasional, tanpa memutus akar masa lalu.
Perubahan hidup Suraj terasa nyata. Dari buruh harian dengan penghasilan ratusan rupee, kini ia memperoleh pendapatan dari promosi Instagram, YouTube, penampilan publik, dan proyek hiburan. Ia dilaporkan bisa mematok tarif sekitar ₹50.000 (Rp9.1 jt – Rp9.4 jt)untuk satu kali acara, dengan penghasilan bulanan yang mencapai jutaan rupee.
Namun viralnya kisah Suraj bukan semata karena gelar “pria tertampan”. Daya tarik utamanya terletak pada keterhubungan emosional. Ia menjadi cermin harapan bagi banyak orang—bahwa dari desa kecil di Maharashtra, dengan latar hidup yang keras, seseorang masih bisa menemukan jalannya sendiri.
Media sosial, dalam kasus Suraj Chavan, bukan hanya panggung popularitas, tetapi ruang bagi cerita manusia yang sederhana, jujur, dan menguatkan.






