Warta Kaili – Sebuah kesalahan sederhana berubah menjadi kekacauan besar di dunia aset digital. Bursa kripto terbesar kedua di Korea Selatan, Bithumb, secara tidak sengaja “mendistribusikan” sekitar 620.000 bitcoin—senilai kurang lebih US$44 miliar—kepada ratusan penggunanya.
Insiden ini terjadi pada Jumat malam, 7 Februari 2026, dan langsung mengguncang pasar kripto nasional.
Peristiwa bermula dari sebuah program promosi rutin. Hadiah yang seharusnya dibagikan adalah 2.000 won Korea per pengguna, atau sekitar US$1,40. Namun, akibat satu kesalahan input, sistem justru mencatat hadiah dalam satuan BTC, bukan KRW. Alhasil, setiap pemenang promosi menerima setidaknya 2.000 bitcoin di saldo akun mereka.
Menurut laporan CNBC, kesalahan itu terjadi ketika seorang staf mengetik kode mata uang yang keliru di sistem distribusi internal. Nilai bitcoin yang “dibagikan” tersebut setara dengan hampir 3 persen dari total suplai maksimum bitcoin dunia, yang dibatasi pada 21 juta koin—angka yang secara logika mustahil.
Bitcoin yang Tak Pernah Ada
Yang kemudian terungkap, 620.000 bitcoin itu sebenarnya tidak pernah ada di blockchain. Media CCN menyebutnya sebagai ghost bitcoins—angka fiktif yang hanya tercatat di buku besar internal Bithumb tanpa dukungan cadangan riil. Bahkan, CoinDesk mencatat jumlah tersebut melebihi total kepemilikan bitcoin Bithumb hingga 10 kali lipat.
Meski demikian, kekacauan telanjur terjadi. Dalam waktu sekitar 35 menit sebelum perdagangan dan penarikan dibekukan, sebagian pengguna membuka Random Box promosi dan mencoba menjual saldo bitcoin mereka di pasar yang masih aktif. Aksi ini memicu kepanikan.
Harga bitcoin di platform Bithumb sempat anjlok 17 persen, turun hingga 81,1 juta won, sekitar 30 persen lebih rendah dibanding harga global saat itu. Meski harga kembali pulih ke kisaran 104,5 juta won, gangguan tersebut berlangsung cukup lama—sekitar 20 menit—untuk meninggalkan jejak kegelisahan.
Dalam pernyataan resminya, Bithumb menegaskan insiden ini tidak terkait peretasan eksternal atau kebocoran keamanan.
“Tidak ada masalah pada sistem keamanan maupun pengelolaan aset pelanggan,” tulis manajemen, mencoba meredam kekhawatiran publik.
Dampak Internal yang Tak Kecil
Bithumb mengklaim telah berhasil memulihkan 99,7 persen bitcoin yang keliru dikreditkan. Namun, sekitar 1.788 BTC—dengan nilai antara US$125 juta hingga US$170 juta—tidak dapat dilacak sepenuhnya. Aset tersebut diduga sudah terjual atau ditransfer sebelum pembekuan diberlakukan.
Sebuah email internal dari Wakil Presiden Divisi Bisnis Bursa, Hwang Seung-wook, yang diperoleh Bitcoin Magazine, mengakui seriusnya kegagalan ini. Ia menyebut insiden tersebut sebagai bukti rapuhnya sistem internal perusahaan. Alih-alih mencari kambing hitam, manajemen memilih fokus pada perbaikan struktural.
Laporan yang sama mengungkap kelemahan mendasar: sistem internal Bithumb memungkinkan staf menerbitkan poin loyalitas, won Korea, bitcoin, bahkan Ethereum tanpa prosedur penyelesaian formal. Celah inilah yang membuat kesalahan satuan mata uang berdampak begitu besar.
Sebagai langkah pemulihan kepercayaan, Bithumb menawarkan kompensasi penuh kepada pengguna yang menjual bitcoin di harga anomali, ditambah bonus 10 persen.
Perusahaan juga menggratiskan biaya transaksi selama satu minggu dan mengumumkan pembentukan dana perlindungan pelanggan senilai 100 miliar won atau sekitar US$68 juta.
Regulator Turun Tangan
Otoritas keuangan Korea Selatan bergerak cepat. Financial Services Commission (FSC) menggelar rapat darurat pada hari yang sama dan menyebut insiden ini membuka “kerentanan dan risiko serius” dalam aset virtual.
Financial Supervisory Service (FSS) mengumumkan inspeksi langsung terhadap sistem pengendalian internal Bithumb. Media lokal Kookmin Ilbo melaporkan bahwa pemeriksaan di kantor Bithumb bahkan sudah dimulai sejak 7 Februari, dengan permintaan daftar pegawai yang memiliki wewenang menerbitkan pembayaran kripto.
Regulator juga mengisyaratkan langkah lebih tegas: denda hukuman untuk insiden TI, peningkatan tanggung jawab eksekutif, serta percepatan penyusunan Basic Digital Asset Act, yang akan memperluas kerangka regulasi kripto Korea Selatan.
Kesalahan Kecil, Dampak Panjang
Insiden Bithumb segera mengingatkan publik pada kasus Samsung Securities 2018, ketika kesalahan input dividen menyebabkan terbitnya miliaran saham fiktif. Kesalahan itu membuat Samsung kehilangan sekitar 12 persen nilai pasar secara permanen.
Kini, sejarah seolah berulang dalam versi digital. Di tengah persaingan ketat dengan rival utamanya, Upbit, Bithumb menghadapi ujian kepercayaan yang serius.
Pesan yang tersisa jelas: di dunia keuangan modern, satu klik yang keliru bisa mengguncang sistem bernilai miliaran dolar—dan dampaknya bisa bertahan jauh lebih lama dari kesalahannya sendiri.***


