Warta Kaili – Rekomendasi menu sahur praktis dan bergizi sering kali menjadi pencarian utama saat Ramadan tiba. Waktu sahur memang bukan momen yang mudah. Alarm berbunyi saat langit masih gelap, tubuh terasa berat, dan rasa kantuk seolah lebih kuat dari niat untuk bangun. Dalam kondisi setengah sadar seperti itu, menyiapkan makanan terasa seperti tugas besar.
Padahal, sahur memegang peran penting dalam menjaga stamina selama berpuasa. Tanpa asupan yang cukup, tubuh akan cepat lemas, sulit berkonsentrasi, bahkan mudah tersulut emosi. Karena itu, memilih menu yang praktis, ringan, namun tetap memenuhi kebutuhan gizi menjadi langkah bijak agar puasa berjalan lebih nyaman.
Berikut lima ide menu sahur anti mager yang bisa Anda siapkan tanpa ribet, tetapi tetap mengenyangkan dan menyehatkan.
1. Nasi Goreng Telur dan Sayuran: Sederhana, Cepat, Mengenyangkan
Menu ini bisa dibilang penyelamat saat waktu sahur terasa sempit. Nasi sisa semalam dapat langsung diolah menjadi nasi goreng hangat dengan tambahan telur dan sayuran seperti wortel, buncis, atau sawi.
Karbohidrat dari nasi memberikan energi utama, sementara protein dari telur membantu rasa kenyang bertahan lebih lama. Sayuran menyumbang serat yang baik untuk pencernaan. Kombinasi ini membuat tubuh tidak mudah lemas saat siang hari.
Kelebihan lainnya, proses memasaknya singkat. Dalam waktu kurang dari 15 menit, hidangan sudah siap tersaji.
2. Sup Ayam Hangat: Ringan di Perut, Hangat di Hati
Udara dini hari yang sejuk sering kali membuat perut enggan menerima makanan berat. Di sinilah sup ayam hangat menjadi pilihan yang tepat. Potongan ayam, wortel, kentang, dan taburan daun bawang menciptakan rasa gurih yang lembut.
Sup ayam mudah dicerna dan tidak membuat perut terasa penuh berlebihan. Kandungan protein dan vitamin di dalamnya membantu menjaga daya tahan tubuh. Selain itu, kuah hangatnya memberi efek menenangkan, membantu tubuh lebih siap menjalani puasa.
Jika ingin lebih praktis, sup bisa dimasak malam sebelumnya dan tinggal dipanaskan saat sahur.
3. Omelet Isi Sayur dan Keju: Praktis dan Kaya Protein
Telur adalah bahan makanan yang hampir selalu tersedia di dapur. Mengolahnya menjadi omelet isi sayur dan keju bisa menjadi solusi cepat untuk sahur.
Tambahkan potongan bayam, paprika, atau tomat agar kandungan gizinya lebih seimbang. Keju memberikan rasa gurih sekaligus tambahan protein dan kalsium.
Menu ini cocok bagi Anda yang tidak ingin makan nasi terlalu banyak, tetapi tetap membutuhkan asupan energi. Omelet mudah dibuat, tidak memerlukan banyak peralatan, dan bisa dipadukan dengan roti gandum agar lebih mengenyangkan.
4. Tumis Tahu Tempe dan Kangkung: Gurih, Sehat, Ekonomis
Bagi pencinta menu rumahan, tumis tahu tempe dengan kangkung adalah pilihan yang sulit ditolak. Protein nabati dari tahu dan tempe membantu menjaga energi tetap stabil. Sementara kangkung kaya zat besi dan serat.
Menu ini terasa akrab di lidah, sehingga membantu meningkatkan selera makan meski masih mengantuk. Proses memasaknya juga tidak rumit. Cukup tumis bumbu sederhana, masukkan tahu, tempe, dan sayuran, lalu sajikan hangat.
Selain sehat, menu ini juga ramah di kantong dan mudah ditemukan bahannya.
5. Overnight Oat dengan Buah: Simpel Tanpa Masak, Super Praktis
Inilah pilihan paling praktis bagi yang benar-benar ingin sahur tanpa repot memasak. Overnight oat dibuat dengan mencampurkan oat dan susu, lalu disimpan di lemari es semalaman. Saat sahur, Anda tinggal menambahkan potongan buah segar seperti pisang, stroberi, atau apel.
Oat mengandung serat tinggi yang membantu rasa kenyang bertahan lebih lama. Buah memberikan vitamin dan rasa segar. Menu ini ringan, tidak membuat perut begah, dan sangat cocok bagi yang sulit makan berat di pagi buta.
Cukup siapkan lima menit sebelum tidur, dan sahur Anda sudah aman.
Tips Tambahan agar Sahur Tidak Bikin Ngantuk
Selain memilih makanan sahur bergizi, jangan lupakan asupan cairan. Minum air putih yang cukup membantu mencegah dehidrasi saat puasa. Tambahkan kurma atau buah segar sebagai sumber energi alami.
Hindari makanan terlalu berminyak atau terlalu pedas karena dapat memicu rasa haus berlebihan di siang hari. Pilih menu dengan keseimbangan karbohidrat, protein, lemak sehat, dan serat.
Sahur memang dilakukan dalam kondisi mengantuk, tetapi bukan berarti harus asal-asalan. Dengan perencanaan sederhana dan pilihan menu yang tepat, Anda tetap bisa makan dengan nyaman tanpa merasa terbebani.
Pada akhirnya, sahur bukan sekadar rutinitas sebelum fajar. Ia adalah bekal fisik sekaligus ikhtiar menjaga tubuh agar kuat menjalani ibadah. Dengan rekomendasi menu sahur praktis dan bergizi ini, rasa malas bangun dini hari bisa ditekan, dan puasa pun terasa lebih ringan, lebih segar, serta lebih bermakna.***
