Imlek Donggala 2026: Posinjuru Tionghoa–Kaili, Bukti Harmoni di Ruang Multikultural

Harmoni Tionghoa-Kaili
Bupati Donggala, Vera Laruni bersama tokoh masyarakat Tionghoa di Imlek Harmoni Tionghoa-Kaili (Foto: Facebook Perjuagan Rakyat Donggala)

Donggala. Warta KailiPosusa Tahun Baru Cina ri Kabupaten Donggala, eo Aha (8/2) bongina, nipovia naroa bo na nadea tesa belo. Notandeka tajuk Harmoni Dua Budaya: Tionghoa-Kaili, posusa nikavia ri Jalan Kemakmuran Kota Donggala, nosodoka tesa ane Donggala nevali pompengaya budaya, na jadi tampa mposinggava budaya neangga bo nijagai ganarasi da ringgaulupa sampe eo pangane hi.

(Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/2026 Masehi di Kabupaten Donggala, Minggu (8/2/2026) malam, berlangsung semarak sekaligus sarat makna. Mengusung tajuk Harmoni Dua Budaya: Tionghoa–Kaili, perayaan yang digelar di Jalan Kemakmuran, Kota Donggala, ini menegaskan Donggala sebagai ruang hidup multikultural, tempat perjumpaan budaya tumbuh alami dan dirawat lintas generasi).

Dakome nggovia sampe bongina, nosoyo manusia nasiromu ri Jalan Kemakmuran. Moni numusik, ataraksi barongsai, najadi tanda ane Imlek ri Donggala ledo aga posusa sangu nu komunitas, tapi posusa mpasanggani.

(Sejak sore hingga malam, kawasan Jalan Kemakmuran dipenuhi warga dari berbagai latar belakang. Denting musik, atraksi barongsai, dan riuh percakapan menjadi penanda bahwa Imlek di Donggala bukan hanya milik satu komunitas, melainkan perayaan bersama).

Bupati Donggala Vera Elena Laruni, wakelena Taufik M Burhan, Katua PSMTI Sulawesi Tengah Wijaya Chandra, tona nipotuaka todea Tionghoa Donggala Rony Tanusaputra, alumni Chung Hwa School Donggala, Forkopimda, ante todea ri ngata Donggala, nombaroaki posusa hai.

(Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Donggala Vera Elena Laruni, Wakil Bupati Taufik M. Burhan, Ketua PSMTI Sulawesi Tengah Wijaya Chandra, tokoh masyarakat Tionghoa Donggala Rony Tanusaputra, alumni Chung Hwa School Donggala, unsur Forkopimda, serta masyarakat Kota Donggala dan sekitarnya).

Kapala Dinas Pariwisata, Kebudayaan ante Ekonomi Kreatif Kabupaten Donggala, Muhammad, nanguli ane Imlek 2026 ledo nibatuani aga posusa etnis Cina. Panggavana, Imlek nipajadi tempo mojagai pompengaya budaya Tionghoa ante Kaili, anu nokale sae mo ri Donggala. “Donggala banua pompengaya. Ri sili, anu ledo nasimbayu ledo pajadi saba, tapi pompakoroso,” tesana.

Bacaan Lainnya

(Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Donggala, Muhammad, menegaskan bahwa Imlek 2026 tidak dimaknai semata sebagai perayaan etnis. Menurutnya, Imlek adalah momentum untuk merawat akulturasi budaya Tionghoa dan Kaili yang telah lama mengakar kuat di Donggala. “Donggala adalah rumah keberagaman. Di sini, perbedaan bukan jarak, melainkan kekuatan,” ujarnya).

Ia nombatenteraka ane pamarenta ledo nenonto nompatubo pompengaya budaya, majadi pomparasaki wisata khas Donggala. Nadea ngaya acara eva street festival, pantara seni, sampe nompepogu kembang api, nipakasadia najadi pangalama inklusif. Topobalu UMKM ante tenant gade-gade anu nikandekande nipakadia muni asupaya mompatuvu ekonomi ri todea. Kabelona, haja Imlek hi ledo nompake doi APBD.

(Ia menjelaskan, pemerintah daerah secara konsisten mendorong keragaman budaya sebagai daya tarik wisata khas Donggala. Rangkaian acara seperti street festival, pertunjukan seni, hingga pesta kembang api disiapkan untuk menghadirkan pengalaman yang inklusif. Pelibatan pelaku UMKM dan tenant kuliner lokal juga menjadi perhatian, agar perayaan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Menariknya, kegiatan ini terlaksana tanpa menggunakan anggaran APBD, berkat kolaborasi berbagai pihak).

Bupati Vera Laruni, riara petevaina nompakeni njumagu-mangu todea mombatuai Imlek sabagai simbol atau tanda harapa baru. Eva filosofi Imlek notandai kaupu niulika musim dingin bo nukakava musim semi-batuana nakava mo tempo motuda-tuda. Tahun Kuda, atau mpae jara naria apu na, pangulina, anu hi batuana maria samanga mamaju mpegasi, anu nipakabelo kambela na.

(Dalam sambutannya, Bupati Donggala Vera Elena Laruni mengajak masyarakat memaknai Imlek sebagai simbol harapan baru. Ia menyinggung filosofi Imlek yang menandai berakhirnya musim dingin dan datangnya musim semi—masa tanam yang sarat optimisme. Tahun Kuda dengan unsur api, menurutnya, melambangkan semangat untuk melangkah maju dengan cepat, namun tetap tepat dan terukur).

Filosofi Imlek hai ane ni popotupu ante tradisi to Kaili, eva tradisi Novunja, anu nompakaoto karaja singgani, porambanga, ante harapa mabelo eo makava. Kasimbayu nilai hi najadi pandasi posinjuru Tionghoa-Kaili. “Budaya ledo masimbayu, tapi nilai kamanusiaan na tetap masimbayu,” tesana.

(Filosofi tersebut kemudian ia hubungkan dengan tradisi Kaili, khususnya tradisi tanam seperti Novunja, yang menekankan kerja kolektif, kebersamaan, dan harapan akan masa depan yang lebih baik. Kesamaan nilai inilah yang menjadi fondasi harmoni Tionghoa–Kaili di Donggala. “Budaya boleh berbeda, tetapi nilai kemanusiaannya sama,” tuturnya).

Pada kesempatan itu, bupati juga memaparkan sejumlah agenda pembangunan daerah, mulai dari penataan Donggala Plaza, pengembangan Tanjung Karang Beachwalk dan pusat kuliner Tanjung Karang Hangout, hingga rencana pembangunan hotel berkapasitas 100 kamar lengkap dengan fasilitas hall di Boneoge. Semua upaya tersebut diarahkan untuk menjadikan Donggala lebih tertata, nyaman, dan menarik sebagai kota pesisir bersejarah.

Ketua PSMTI Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, menegaskan bahwa identitas Tionghoa di Donggala bukanlah entitas luar. Ia menyebut ayahnya, Hermanto Chandra, sebagai keturunan Tionghoa asal Donggala, bukti nyata akulturasi yang telah berlangsung lama. Jalan Kemakmuran, lokasi perayaan, menurutnya juga menyimpan memori sejarah sebagai pusat niaga masyarakat Tionghoa pada masa lalu.

Perayaan Imlek di Donggala malam itu bukan sekadar pesta cahaya dan warna. Ia hadir sebagai pengingat bahwa harmoni tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari kesediaan untuk saling memahami dan merayakan perbedaan dalam satu ruang hidup bersama.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *