PALU. Warta Kaili – Pendidikan gratis Anwar Hafid mendapat dukungan penuh dari Ketua Utama Alkhairaat, Habib Alwi bin Saggaf Al-Jufri. Ia menyatakan keyakinannya bahwa Sulawesi Tengah akan melangkah semakin maju di bawah kepemimpinan Anwar Hafid, terutama melalui program unggulan Berani Cerdas yang menjamin akses pendidikan tanpa biaya bagi anak-anak di daerah ini.
Dalam keterangannya, Habib Alwi menegaskan bahwa pendidikan gratis Anwar Hafid bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan Sulawesi Tengah.
Pendidikan Gratis Anwar Hafid dan Fondasi Kemajuan
Menurut Habib Alwi, pendidikan adalah kunci utama menuju kemajuan. Semakin banyak anak yang bisa mengenyam bangku sekolah tanpa hambatan biaya, semakin terbuka peluang daerah untuk berkembang.
Ia melihat pendidikan gratis Anwar Hafid sebagai langkah nyata yang selaras dengan semangat perjuangan Alkhairaat sejak awal berdirinya. Pendidikan, dalam pandangan lembaga ini, bukan hanya proses transfer ilmu, tetapi pembentukan karakter dan peradaban.
“Saya yakin di bawah kepemimpinan Pak Anwar Hafid, Sulteng makin maju. Terutama terkait pendidikan, semua anak-anak bisa merasakan pendidikan gratis melalui Berani Cerdas itu,” ujar Habib Alwi, Minggu (28/9/2025).
Pendidikan sebagai Napas Perjuangan
Program pendidikan gratis Anwar Hafid dinilai memiliki kesinambungan historis. Habib Alwi menyebut arah kebijakan tersebut sejalan dengan semangat Idrus bin Salim Al-Jufri, yang dikenal sebagai Guru Tua, pendiri Alkhairaat.
Sejak awal, Guru Tua menjadikan pendidikan sebagai pondasi utama dalam membangun masyarakat. Dari sekolah-sekolah sederhana hingga jaringan pendidikan yang luas, gagasan mencerdaskan generasi menjadi roh perjuangan.
Kini, ketika pemerintah provinsi menjadikan pendidikan gratis Anwar Hafid sebagai prioritas, Habib Alwi melihat adanya kesinambungan nilai antara ulama dan pemerintah daerah.
Berani Cerdas Jangkau Semua Anak
Program Berani Cerdas menjadi instrumen utama pendidikan gratis Anwar Hafid. Tujuannya jelas: memastikan tidak ada anak di Sulawesi Tengah yang putus sekolah karena alasan biaya.
Kebijakan ini menyasar pemerataan akses, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Biaya pendidikan yang sebelumnya menjadi beban, kini diringankan bahkan dihapus.
Habib Alwi menilai langkah tersebut sebagai kebijakan berani sekaligus strategis. Ia menegaskan bahwa pendidikan gratis Anwar Hafid akan membuka jalan bagi generasi muda untuk bersaing secara sehat dan produktif.
Harapan Baru Keluarga
Bagi masyarakat, kebijakan ini membawa dampak langsung. Orang tua tidak lagi dihantui kekhawatiran soal biaya sekolah. Anak-anak memiliki kesempatan yang lebih adil untuk belajar.
Di daerah yang masih menghadapi tantangan ekonomi, pendidikan gratis Anwar Hafid menjadi kabar yang menenangkan. Beban pengeluaran rumah tangga dapat dialihkan untuk kebutuhan lain, sementara anak tetap memperoleh haknya untuk belajar.
Habib Alwi menegaskan bahwa pendidikan adalah barometer kemajuan suatu bangsa. Manfaatnya tidak hanya dirasakan individu, tetapi berdampak luas pada kualitas masyarakat.
“Kalau pendidikan terpenuhi otomatis maju semua masyarakat kita. Karena pendidikan adalah barometer kemajuan suatu tempat,” terangnya.
Pendidikan dan Indeks Kemajuan
Berbagai studi menunjukkan bahwa daerah dengan tingkat partisipasi pendidikan yang tinggi cenderung memiliki pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup yang lebih baik. Indeks pembangunan manusia meningkat seiring akses pendidikan yang merata.
Dalam konteks ini, pendidikan gratis Anwar Hafid berpotensi mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Sulawesi Tengah. Ketika angka putus sekolah ditekan dan akses diperluas, dampaknya tidak hanya terasa dalam satu generasi, tetapi lintas generasi.
Langkah ini juga memperkuat posisi Sulawesi Tengah dalam persaingan antarprovinsi, terutama dalam hal kualitas tenaga kerja dan daya saing ekonomi.
Sinergi Ulama dan Umaro
Pernyataan Habib Alwi mencerminkan adanya sinergi antara ulama dan pemerintah daerah. Ia menilai kepemimpinan Anwar Hafid tidak terlepas dari semangat perjuangan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Selain menjabat sebagai gubernur, Anwar Hafid juga dikenal memiliki kedekatan dengan lingkungan Alkhairaat. Hal ini memperkuat kesan bahwa pendidikan gratis Anwar Hafid bukan kebijakan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari visi besar pembangunan manusia.
Sinergi ini penting, karena pembangunan tidak hanya membutuhkan kebijakan, tetapi juga dukungan moral dan sosial dari tokoh masyarakat.
Optimisme dan Tanggung Jawab Bersama
Habib Alwi mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung kebijakan yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas. Ia menegaskan bahwa kemajuan daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat.
Pendidikan gratis Anwar Hafid, menurutnya, harus dijaga bersama agar berjalan konsisten dan tepat sasaran. Dukungan orang tua, guru, dan masyarakat menjadi faktor penting keberhasilan program ini.
Warisan untuk Generasi
Pada akhirnya, pendidikan gratis Anwar Hafid adalah investasi masa depan. Ia bukan sekadar program lima tahunan, melainkan warisan bagi generasi yang akan datang.
Habib Alwi memandang kepemimpinan yang berpihak pada pendidikan sebagai langkah berani dan visioner. Di tangan generasi terdidik, Sulawesi Tengah diharapkan tumbuh lebih mandiri, berdaya saing, dan sejahtera.
Harapan itu sederhana namun bermakna: setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan bermimpi. Jika pendidikan benar-benar menjadi prioritas, maka jalan menuju kemajuan bukan lagi sekadar harapan, melainkan kenyataan yang sedang dibangun hari ini.***
Reporter: Nazirah Amaliah
Editor: Ikhsan Madjido






