Warta Kaili — Pada usia yang bagi banyak petinju menjadi titik akhir, Yuriorkis Gamboa justru memilih awal yang berbeda. Mantan pemegang medali emas Olimpiade Athena 2004 dan juara dunia multi-kelas asal Kuba itu resmi bersiap menapaki dunia bare knuckle boxing, sebuah arena pertarungan tangan kosong yang menuntut keberanian, ketahanan mental, dan kedewasaan pengalaman.
Gamboa, yang kini berusia 44 tahun, dijadwalkan menjalani debutnya bersama BKB Bare Knuckle Boxing dalam beberapa bulan ke depan. Keputusan ini menandai transisi besar dalam perjalanan karier seorang petinju yang telah merasakan hampir semua puncak di dunia tinju profesional.
BKB sendiri mengumumkan bahwa Gamboa menandatangani kontrak multi-pertarungan dan berdurasi beberapa tahun, sebuah sinyal bahwa organisasi ini memandangnya bukan sekadar nama besar, melainkan figur sentral.
Lahir di Guantanamo pada 23 Desember 1981, Gamboa dikenal dengan julukan “El Ciclón de Guantánamo”. Julukan itu bukan tanpa alasan. Gaya bertarungnya cepat, eksplosif, dan kerap membuat lawan kewalahan seperti diterjang angin puyuh.
Sepanjang karier profesionalnya, ia membukukan rekor 30 kemenangan dan 5 kekalahan, dengan 18 kemenangan diraih melalui knockout.
Puncak karier Gamboa terjadi pada periode 2009 hingga 2011. Ia merebut gelar dunia kelas bulu WBA, lalu menyatukannya dengan gelar IBF, menjadikannya petinju Kuba pertama yang berhasil mengklaim sabuk dunia IBF. Prestasi tersebut menempatkannya dalam jajaran elite tinju dunia, sekaligus menjadi kebanggaan bagi negaranya.
Kini, setelah puluhan tahun bertarung di ring bertali, Gamboa memilih jalan yang lebih keras dan lebih jujur: pertarungan tanpa sarung tangan. Jejak langkahnya mengingatkan pada Paulie Malignaggi, mantan juara dunia yang lebih dulu sukses bertransisi ke bare knuckle bersama BKB. Bagi Gamboa, ini bukan sekadar perubahan format, melainkan ujian terhadap esensi dirinya sebagai petarung.
Pendiri BKB Bare Knuckle, Mike Vazquez, menyebut kehadiran Gamboa sebagai sebuah kehormatan. Ia menantikan bagaimana teknik, pengalaman, dan naluri bertarung sang legenda akan tampil di arena trigon khas BKB.
Sementara itu, CEO BKB David Tetreault menilai penandatanganan Gamboa sebagai langkah paling signifikan dalam sejarah organisasi. Menurutnya, latar belakang Olimpiade, gelar juara dunia, serta pengalaman menghadapi petinju terbaik dunia menjadikan Gamboa sosok pengubah permainan.
Bagi para penggemar, kembalinya Gamboa bukan sekadar nostalgia. Ini adalah kisah tentang keberanian untuk berubah, tentang seorang atlet yang menolak tunduk pada usia, dan tentang hasrat bertarung yang tetap menyala.
Dari emas Olimpiade hingga ring tanpa sarung tangan, Yuriorkis Gamboa sedang menulis bab baru—lebih mentah, lebih jujur, dan mungkin, lebih manusiawi.






