Manajemen Kependidikan sebagai Fondasi Mutu Sekolah

Buku Manajemen Kependidikan: Teori, Strategi, dan Praktik Peningkatan Mutu Sekolah* karya Dr. Dekrius Kuntaua membahas strategi manajemen kependidikan untuk meningkatkan mutu sekolah secara sistematis dan berkelanjutan.
Sampul buku Manajemen Kependidikan karya Dr Dekrius Kuntaua tentang strategi peningkatan mutu sekolah melalui manajemen kependidikan. (Dok. Ikhsan Madjido)

Warta Kaili – Manajemen kependidikan bukan sekadar istilah akademik. Ia adalah jantung dari bagaimana sebuah sekolah direncanakan, dijalankan, dievaluasi, dan dikembangkan. Buku Manajemen Kependidikan: Teori, Strategi, dan Praktik Peningkatan Mutu Sekolah karya Dr. Dekrius Kuntaua hadir untuk menjawab kebutuhan akan referensi yang tidak hanya teoritis, tetapi juga membumi.

Diterbitkan oleh CV. Magama pada November 2025, buku setebal 170 halaman ini menawarkan panduan komprehensif bagi mahasiswa pendidikan, kepala sekolah, pengawas, hingga praktisi yang ingin memahami bagaimana mutu sekolah dapat ditingkatkan secara sistematis dan berkelanjutan.

Sejak halaman awal, pembaca diajak melihat manajemen kependidikan sebagai disiplin ilmu yang strategis, bukan administratif semata. Buku ini menempatkan pengelolaan sekolah sebagai proses sadar, terarah, dan berbasis nilai.

Struktur Buku yang Sistematis dan Mudah Diikuti

Salah satu kekuatan buku ini terletak pada sistematikanya. Penulis membaginya ke dalam tiga bagian besar yang runtut.

Bagian pertama membahas landasan konseptual manajemen kependidikan. Di sini, pembaca diperkenalkan pada definisi, ruang lingkup, serta urgensi manajemen dalam konteks lembaga pendidikan. Bahasa yang digunakan akademik tetapi tetap komunikatif, sehingga tidak terasa berat.

Bagian kedua mengupas teori, model, dan fungsi manajemen di sekolah. Fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dijelaskan dengan contoh konkret. Konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dibahas sebagai pendekatan yang memberi ruang otonomi sekaligus tanggung jawab pada satuan pendidikan.

Bagian ketiga menjadi bagian paling aplikatif. Di sini, pembahasan tentang kepemimpinan pendidikan dan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) disajikan sebagai strategi nyata meningkatkan kualitas sekolah. Tidak berhenti pada konsep, penulis mengaitkannya dengan praktik yang dapat diterapkan.

Bacaan Lainnya

Struktur ini membuat buku terasa utuh: dari teori, menuju strategi, lalu praktik.

Tujuh Strategi Ampuh yang Ditawarkan

Dari pembacaan menyeluruh, setidaknya terdapat tujuh strategi penting yang menjadi benang merah buku ini.

  1. Perencanaan berbasis visi dan kebutuhan sekolah.
    Sekolah tidak boleh berjalan tanpa arah. Visi harus diterjemahkan dalam rencana kerja yang realistis.
  2. Penguatan fungsi manajerial kepala sekolah.
    Kepemimpinan bukan hanya soal jabatan, tetapi kemampuan menggerakkan sumber daya.
  3. Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah secara konsisten.
    Otonomi sekolah harus diiringi akuntabilitas dan partisipasi warga sekolah.
  4. Pengelolaan sumber daya manusia secara strategis.
    Guru dan tenaga kependidikan diposisikan sebagai aset utama, bukan sekadar pelaksana.
  5. Budaya mutu yang dibangun bersama.
    Mutu bukan proyek sesaat, melainkan kebiasaan yang dipelihara.
  6. Evaluasi dan pengawasan berkelanjutan.
    Pengendalian mutu dilakukan melalui monitoring dan refleksi yang terukur.
  7. Komitmen terhadap peningkatan mutu berkelanjutan (continuous improvement).
    Sekolah harus adaptif terhadap perubahan zaman.

Ketujuh strategi ini tidak disajikan dalam bentuk slogan, tetapi dijelaskan melalui kerangka konseptual yang jelas dan argumentasi yang runtut.

Bahasa yang Akademik, Namun Tetap Humanis

Sebagai buku referensi, karya ini tetap menjaga standar akademik. Istilah manajerial digunakan secara tepat, namun tidak berlebihan. Penulis tampak sadar bahwa pembacanya bukan hanya dosen atau peneliti, tetapi juga praktisi sekolah.

Nada penulisan terasa reflektif. Dalam bagian prakata, penulis menyampaikan harapan agar buku ini menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan manajemen kependidikan di Indonesia. Ada kesadaran bahwa mutu sekolah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan nasional, tetapi oleh kepemimpinan dan pengelolaan di tingkat satuan pendidikan.

Buku ini juga mengingatkan bahwa manajemen kependidikan tidak semata-mata berbicara tentang administrasi, melainkan tentang tanggung jawab moral untuk menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu.

Relevansi dengan Kondisi Sekolah di Indonesia

Dalam konteks pendidikan Indonesia yang terus berubah, buku ini terasa relevan. Tantangan mutu, keterbatasan sumber daya, dan kebutuhan adaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi latar yang membuat pembahasan manajemen kependidikan semakin penting.

Konsep MPMBS yang dibahas memberi arah bahwa peningkatan mutu harus berbasis sekolah, bukan semata instruksi dari atas. Sekolah didorong menjadi organisasi pembelajar, yang mampu mengevaluasi diri dan memperbaiki kinerjanya secara berkelanjutan.

Bagi mahasiswa pendidikan, buku ini dapat menjadi pegangan teoritis yang kuat. Bagi kepala sekolah, ia menjadi cermin untuk menilai praktik manajerial yang selama ini dijalankan. Bagi pengawas dan praktisi, buku ini membuka ruang refleksi tentang efektivitas pengelolaan lembaga.

Kekuatan dan Catatan Kritis

Kekuatan utama buku ini terletak pada kelengkapan struktur dan konsistensi argumentasi. Penulis berhasil menjembatani teori dan praktik tanpa kehilangan kedalaman pembahasan.

Namun, sebagai buku yang ingin menjadi rujukan luas, pembaca mungkin berharap adanya lebih banyak studi kasus konkret dari berbagai tipe sekolah. Ilustrasi empiris yang lebih beragam akan memperkaya perspektif pembaca.

Meski demikian, secara substansi buku ini telah memenuhi fungsinya sebagai referensi komprehensif dalam bidang manajemen kependidikan.

Refleksi Akhir

Pada akhirnya, Manajemen Kependidikan: Teori, Strategi, dan Praktik Peningkatan Mutu Sekolah bukan sekadar buku teks. Ia adalah ajakan untuk memandang sekolah sebagai organisasi yang harus dikelola secara profesional, visioner, dan berorientasi mutu.

Manajemen kependidikan, sebagaimana digambarkan dalam buku ini, adalah kerja kolaboratif yang memerlukan kepemimpinan, strategi, dan komitmen. Mutu sekolah tidak lahir secara kebetulan; ia dirancang, dikelola, dan dievaluasi.

Buku ini layak dibaca oleh siapa pun yang percaya bahwa perubahan pendidikan dimulai dari tata kelola yang baik. Di tengah dinamika dunia pendidikan, karya ini hadir sebagai panduan yang tenang, sistematis, dan penuh kesadaran akan tanggung jawab besar mengelola masa depan generasi bangsa.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *