Akademi Persipal Juara LTS U14 & U16 Zona Palu, Dominasi Penuh Makna

Akademi Persipal Juara LTS U14 & U16
Selebrasi terima trofi Akademi Persipal Juara LTS U14 & U16 (Foto: Ikhsan Madjido)

Warta Kaili – Akademi Persipal Juara LTS U14 & U16 Zona Palu menjadi catatan manis dalam perjalanan sepak bola usia muda di Sulawesi Tengah. Pada ajang Liga TopSkor (LTS) musim 2025/2026, dua tim muda Persipal tampil solid dan menutup kompetisi dengan dua trofi sekaligus.

Keberhasilan ini bukan sekadar kemenangan di lapangan, melainkan buah dari kerja keras, disiplin, dan ketekunan para pemain muda yang terus diasah sepanjang musim.

Drama Adu Penalti Warnai Kemenangan Persipal U14

Laga final kelompok U14 berlangsung menegangkan di Stadion Gawalise, Minggu (15/2/2026) siang. Setelah bermain imbang tanpa gol selama 2 x 35 menit, Persipal U14 harus menuntaskan perlawanan SSB Taliabo Sausu melalui adu penalti.

Empat penendang dari masing-masing tim maju dengan beban besar di pundak. Satu pemain Persipal gagal menuntaskan tugasnya. Namun dua eksekutor SSB Taliabo Sausu justru tidak mampu menaklukkan penjaga gawang Persipal. Skor akhir 3-1 memastikan trofi untuk tim muda kebanggaan Palu.

Sorak sorai suporter pecah. Para pemain berpelukan. Beberapa bahkan tak kuasa menahan air mata. Pelatih U14, Abd Hafid, dinobatkan sebagai pelatih terbaik kelompok usia ini—pengakuan atas konsistensinya membangun mental dan teknik anak-anak asuhnya.

Kemenangan itu terasa istimewa karena diraih lewat ketegangan dan keberanian. Adu penalti bukan hanya soal teknik, tetapi tentang ketenangan dan kepercayaan diri.

Persipal U16 Tampil Perkasa, Menang Telak 4-0

Jika U14 menang lewat drama, Persipal U16 justru menunjukkan dominasi sejak menit awal. Menghadapi SSB Galara Utama pada laga sore hari, Persipal langsung menekan.

Bacaan Lainnya

Dua gol cepat lahir di babak pertama. Azril mencetak gol melalui sundulan memanfaatkan sepak pojok yang terukur. Tak lama berselang, kapten tim Aron menggandakan keunggulan lewat titik penalti.

Keunggulan 2-0 membuat permainan semakin terbuka. Di babak kedua, Persipal tidak mengendurkan serangan. Dua gol tambahan dicetak Khalid dan Rifi, memastikan kemenangan telak 4-0.

Azril dinobatkan sebagai gelandang terbaik, Aron sebagai bek terbaik, sementara Rifi menyabet penghargaan penyerang terbaik. Pelatih Fahmi Taher pun terpilih sebagai pelatih terbaik kelompok U16.

Skor besar itu mencerminkan kesiapan teknis dan kedalaman skuad. Permainan rapi, disiplin bertahan, dan efektif dalam memanfaatkan peluang menjadi kunci kemenangan.

Dua Wakil Sulteng Melaju ke Nasional

Hasil ini memastikan Persipal U14 dan U16 mewakili Sulawesi Tengah ke LTS Nasional yang akan digelar di Bogor pada Juli 2026. Tantangan tentu akan lebih berat. Namun pengalaman musim ini menjadi modal berharga.

Bagi para pemain muda, kesempatan tampil di tingkat nasional bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga ruang belajar yang lebih luas. Mereka akan bertemu tim-tim terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Menariknya, prestasi ini melanjutkan tradisi baik Persipal. Tahun lalu, Persipal juga meloloskan U12 dan U14 ke tingkat nasional. U12 bahkan keluar sebagai juara nasional, sementara U14 terhenti di babak delapan besar.

Konsistensi ini menunjukkan bahwa pembinaan berjalan terarah. Akademi tidak sekadar mengejar kemenangan sesaat, melainkan membangun fondasi jangka panjang.

Atmosfer Positif Sepak Bola Usia Dini

Selain kategori U14 dan U16, pekan sebelumnya telah ditetapkan juara kelompok U10 yang diraih Galara Utama dan U12 oleh Darma Putra. Keduanya juga akan melaju ke tingkat nasional.

Kompetisi seperti Liga TopSkor menjadi ruang penting bagi anak-anak untuk tumbuh, belajar sportif, dan memahami arti kerja tim. Di balik skor dan trofi, ada proses panjang latihan sore hari, instruksi pelatih, dan dukungan orang tua di pinggir lapangan.

Di Stadion Gawalise siang itu, yang terlihat bukan hanya pertandingan, tetapi juga harapan. Harapan bahwa sepak bola Sulawesi Tengah terus berkembang, bahwa anak-anak daerah memiliki ruang untuk bermimpi lebih tinggi.

Lebih dari Sekadar Trofi

Dua gelar ini menjadi simbol semangat kolektif. Akademi, pelatih, pemain, dan orang tua berjalan seirama. Kemenangan bukan akhir perjalanan, melainkan pijakan untuk tantangan berikutnya.

Bogor menanti. Level nasional menunggu pembuktian baru. Namun satu hal sudah jelas: Akademi Persipal telah menunjukkan bahwa kerja keras dan pembinaan yang konsisten mampu melahirkan prestasi.

Dan bagi anak-anak itu, kemenangan ini akan selalu mereka kenang—bukan hanya karena medali yang digantung di leher, tetapi karena perjalanan panjang yang mereka tempuh bersama.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *