Anthony Joshua Bangkit? 5 Sinyal Kuat Harapan Eddie Hearn

Anthony Joshua saat berlatih, dengan masa depan comeback di ring tinju masih menjadi tanda tanya.
Masa depan Anthony Joshua di ring tinju masih belum pasti usai tragedi yang menimpanya. (Instagram/@anthonyjoshua)

Warta Kaili – Anthony Joshua kembali menjadi sorotan. Kali ini bukan karena sabuk juara atau duel besar, melainkan harapan tulus dari promotornya, Eddie Hearn, yang ingin melihatnya tetap bertarung setelah tragedi yang mengguncang hidupnya.

Promotor dari Matchroom Boxing itu mengakui masa depan Joshua di ring belum pasti. Namun, ia masih menyimpan keyakinan bahwa mantan juara dunia kelas berat tersebut akan menemukan kembali semangatnya.

Anthony Joshua dan Harapan yang Belum Padam

Anthony Joshua bukan hanya petinju besar. Ia adalah simbol kebangkitan tinju kelas berat Inggris dalam satu dekade terakhir. Sejak merebut emas di Olimpiade London 2012, namanya terus melambung.

Namun, akhir tahun lalu menjadi titik paling kelam dalam hidupnya. Pada 29 Desember 2025, Joshua mengalami kecelakaan lalu lintas di Nigeria. Ia selamat dengan luka ringan, tetapi dua sahabat dekatnya—Sina Ghami dan Latif Ayodele—meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Peristiwa itu meninggalkan duka mendalam. Bagi seorang atlet yang terbiasa menghadapi tekanan di atas ring, kehilangan sahabat adalah pukulan yang jauh lebih berat daripada hook kanan mana pun.

“Pada saat yang sama, saya berharap dia mau bertarung lagi karena itu adalah sesuatu yang dia sukai,” ujar Hearn seperti dikutip dari BBC Sport.

Pernyataan itu terdengar sederhana, tetapi menyimpan makna besar. Hearn tidak menekan. Ia hanya berharap.

Bacaan Lainnya

Latihan Kembali, Tapi Belum Siap Bertarung

Beberapa waktu lalu, Joshua terlihat kembali berlatih. Video singkat di media sosial menunjukkan ia kembali menyentuh sarung tinju, bergerak ringan di gym. Sinyal ini memberi secercah harapan bagi penggemar.

Namun Hearn menegaskan, prosesnya tidak mudah.

“Secara fisik apa yang ia alami juga tidak mudah. Dia sudah berlatih, tetapi dia belum siap dan mungkin tidak akan siap untuk kembali berlatih tinju dalam waktu dekat,” katanya.

Pernyataan itu menggambarkan situasi yang realistis. Tinju kelas berat bukan sekadar soal kondisi tubuh. Mental yang kokoh adalah fondasi utama. Dan dalam konteks ini, Joshua masih berada dalam fase pemulihan.

Dari Jake Paul ke Duel Impian

Menariknya, kecelakaan tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah Joshua mengalahkan Jake Paul di Miami, Amerika Serikat. Pertarungan itu berakhir pada ronde keenam. Meski dinilai kurang menggigit, kemenangan tersebut tetap mempertegas dominasi Joshua atas petinju yang relatif baru di dunia profesional.

Usai laga itu, Joshua sempat menyatakan siap menghadapi kompatriotnya, Tyson Fury. Duel sesama raksasa Inggris itu telah lama dinanti publik.

Fury sendiri sempat mengumumkan pensiun, sebelum akhirnya menyatakan kembali aktif pada awal tahun ini. Banyak yang menilai keputusan tersebut sebagai sinyal kesiapan menuju pertarungan besar melawan Joshua.

Namun kini semuanya menggantung. Bukan karena negosiasi kontrak atau perbedaan nilai bayaran, melainkan karena persoalan yang jauh lebih manusiawi.

Masa Depan yang Masih Terbuka

Joshua kini berusia 36 tahun. Di kelas berat, usia itu belum tentu menjadi batas akhir. Banyak petinju justru mencapai puncak kedewasaan teknik dan mental pada fase ini.

Tetapi keputusan untuk kembali tidak bisa dipaksakan. Hearn memahami itu. Ia mempromosikan Joshua sejak awal karier profesionalnya, menyaksikan jatuh bangun sang juara dua kali dunia tersebut.

Di balik sorotan lampu arena dan gemuruh penonton, Joshua adalah manusia biasa yang sedang berduka. Dunia tinju mungkin menunggu. Penggemar mungkin berharap. Namun yang terpenting, ia harus berdamai dengan dirinya sendiri lebih dulu.

Apakah Anthony Joshua akan kembali? Jawabannya belum ada.

Yang pasti, harapan itu masih hidup—setidaknya di hati Eddie Hearn.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *