Palu. WARTAKAILI – Shakur Stevenson menilai kemenangan dominannya atas Teófimo López di Madison Square Garden sebagai hasil dari disiplin, persiapan matang, dan proses panjang mempelajari gaya bertinju lawannya.
Dalam pertarungan 12 ronde tersebut, Stevenson tampil konsisten dan terkontrol, hingga banyak pengamat menyebutnya sebagai penampilan terbaik sepanjang kariernya.
Petinju Amerika Serikat yang belum terkalahkan itu mengungguli López dari awal hingga akhir dan memastikan diri menjadi juara dunia di empat divisi berbeda. Bagi Stevenson, kemenangan ini bukan sekadar tambahan gelar, tetapi juga pengakuan atas keyakinannya selama ini bahwa ia pantas berada di level tertinggi dunia tinju.
“Segala kemuliaan bagi Tuhan. Ini malam yang luar biasa,” kata Stevenson,(Senin, 2/2/2-26) seperti dikutip The Guardian. Ia menegaskan bahwa kunci penampilannya adalah kerja keras selama masa latihan.
Ia merasa berada dalam kondisi fisik terbaik dan mampu menjalankan rencana pertandingan dengan disiplin penuh. Meski demikian, ia tetap memberi respek kepada López.
“Dia petarung hebat, tapi malam ini saya yang lebih baik,” ujarnya.
Stevenson mengatakan dirinya sudah merasa mengendalikan jalannya laga sejak ronde-ronde awal. Ia menilai keunggulan itu bukan hanya soal teknik, tetapi juga mental. Menurutnya, López memang sempat mencoba melawan dan bertahan, namun secara perlahan ia berhasil membaca, menekan, dan mematahkan pola permainan lawannya.
Ketika ditanya apakah ia merasa telah membuat López kehilangan semangat bertarung, Stevenson menjawab jujur. Ia mengakui López tetap menunjukkan mental petarung sejati, tetapi ia merasa mampu membongkar strategi lawannya satu per satu.
“Saya merasa sudah mengontrol semuanya,” katanya.
Stevenson juga menyebut ada momen penting pada ronde kedua. Saat itu ia menyadari bahwa secara fisik ia lebih kuat dari López. Ia bahkan menyampaikan hal tersebut kepada tim di sudut ring.
Namun, kesadaran itu tidak membuatnya terburu-buru. Ia tetap memilih bertinju dengan rapi, menjaga jarak, dan tidak keluar dari rencana awal.
Persiapan taktis menjadi faktor besar dalam kemenangan ini. Stevenson menghabiskan banyak waktu mempelajari rekaman pertandingan López. Ia mengamati kebiasaan, pergerakan, dan reaksi lawannya dalam berbagai situasi.
Menurutnya, hampir semua yang ia lihat dalam rekaman muncul kembali di atas ring malam itu. Ia menegaskan bahwa menonton dan menganalisis rekaman pertandingan memberi keuntungan nyata dalam pertarungan besar seperti ini.
Salah satu aspek yang paling menonjol adalah penggunaan jab. Stevenson berulang kali memanfaatkan pukulan tersebut untuk mengatur jarak dan mengganggu ritme López.
Ia menyebut jab sebagai senjata utama yang ia percaya sejak awal. Dalam laga ini, jab tersebut terbukti efektif dan sulit diantisipasi oleh López.
Meski sebelumnya sempat menyatakan ingin menang sebelum ronde ke-12, Stevenson tidak merasa kecewa harus menyelesaikan laga lewat keputusan juri. Ia mengatakan tinju bukan soal memaksakan hasil, melainkan membaca situasi.
Ketika ia hampir menghentikan López, lawannya menunjukkan perlawanan dan bertahan dengan cerdas. Stevenson menilai itu sebagai hal yang patut dihormati.
Kemenangan ini terasa penting karena kualitas lawan yang dihadapi. Stevenson menyebut momen ini sebagai jawaban atas penantian panjangnya. Ia mengaku sudah lama menantang petinju-petinju besar, tetapi baru kali ini mendapat kesempatan yang benar-benar ia inginkan. Menurutnya, López adalah sosok yang akhirnya bersedia menerima tantangan tersebut.
Usai pertandingan, perhatian publik sempat tertuju pada Conor Benn yang naik ke ring dan berhadapan langsung dengan Stevenson. Ia menyatakan terbuka untuk pertarungan besar tersebut, selama syaratnya adil dan masuk akal.
Namun, Stevenson juga menegaskan bahwa kesepakatan soal berat badan dan kontrak akan sangat menentukan.
Ke depan, Stevenson mengatakan akan berdiskusi dengan tim manajemennya untuk menentukan langkah selanjutnya. Ia ingin mempertimbangkan pertarungan yang memberi nilai sejarah sekaligus keuntungan finansial.
Bagi Stevenson, kemenangan atas López bukan hanya tentang satu malam di New York, melainkan tentang memastikan posisinya sebagai salah satu figur utama dalam dunia tinju saat ini.(IKH)



