Warta Kaili – 400+ UMKM Palu Melejit di Weekend Ramadhan Night 2026 menjadi gambaran semangat pelaku usaha kecil yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk menggerakkan ekonomi keluarga. Sabtu malam (21/2/2026), kawasan Car Free Day di Lapangan Vatulemo berubah menjadi ruang pertemuan hangat antara pedagang, pembeli, dan pemerintah.
Lampu-lampu tenda menyala terang. Aroma makanan berbuka bercampur dengan suara tawar-menawar yang akrab. Di antara ratusan tenan, para pelaku UMKM berdiri penuh harap: Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga musim yang menentukan keberlangsungan usaha.
Acara Ramadhan Night 2026 dibuka langsung oleh Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, didampingi Wakil Wali Kota Imelda Liliana Muhidin, Sekretaris Kota Irmayanti, jajaran perangkat daerah, serta Direktur Commercial Banking Bank Tabungan Negara, Hermita.
400+ UMKM Palu Melejit di Weekend Ramadhan Night 2026, Ruang Kolaborasi Nyata
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Weekend Ramadhan Night 2026 adalah ruang kolaborasi antara pemerintah dan sektor perbankan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan.
“Ini momentum yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Bukan hanya untuk meningkatkan omzet, tetapi juga memperluas jaringan usaha,” ujarnya.
Lebih dari 400 tenan terlibat, mulai dari kuliner tradisional, minuman segar, busana muslim, hingga produk kerajinan tangan. Bagi sebagian pelaku usaha, inilah kesempatan emas menjangkau konsumen baru dalam suasana yang lebih terbuka dan meriah.
Seorang penjual kue kering mengaku omzetnya meningkat signifikan dibanding hari biasa. “Kalau ramai seperti ini, sehari bisa dua kali lipat,” katanya sambil tersenyum melayani pembeli.
Digitalisasi Transaksi, UMKM Naik Kelas
Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin bersama Pemerintah Kota Palu. Ia menyebut Palu menjadi salah satu percontohan program digitalisasi transaksi UMKM.
Digitalisasi diharapkan mempermudah pembayaran non-tunai, meningkatkan transparansi, sekaligus membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku usaha kecil. Dengan transaksi yang tercatat rapi, peluang mendapatkan dukungan modal menjadi lebih besar.
Langkah ini dinilai relevan dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital. Bagi pelaku UMKM, adaptasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar tetap kompetitif.
Namun demikian, Wali Kota mengingatkan bahwa kebersihan dan ketertiban tetap menjadi prioritas. Ramadan adalah bulan yang sarat nilai, sehingga kegiatan ekonomi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial.
Dari Weekend Ramadhan Night 2026 ke Pasar Kuliner Ramadan
Empat hari sebelumnya, Wakil Wali Kota Imelda Liliana Muhidin membuka Pasar Kuliner Ramadan 2026 yang dipusatkan di halaman Kantor Wali Kota Palu. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, lokasi baru ini dinilai lebih strategis dan mudah diakses masyarakat.
Pasar Kuliner Ramadan menjadi bagian dari rangkaian menyemarakkan Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini dilaksanakan Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerja sama dengan Bank Indonesia serta sejumlah mitra lainnya.
Tujuannya sederhana namun penting: memberi ruang lebih luas bagi UMKM untuk meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan berbuka puasa.
“Ini bukan hanya soal jual beli. Ini tentang silaturahmi dan menggerakkan ekonomi bersama,” ujar Imelda dalam sambutannya.
Ramadan dan Harapan Ekonomi Keluarga
Bagi banyak keluarga, Ramadan adalah momen refleksi sekaligus harapan. Harapan agar dagangan laris, agar kebutuhan sekolah anak terpenuhi, agar dapur tetap mengepul setelah bulan suci berlalu.
Weekend Ramadhan Night 2026 menghadirkan optimisme itu dalam bentuk yang nyata. Ratusan pelaku usaha berdiri sejajar, menawarkan produk terbaik mereka, menyambut pembeli dengan ramah.
Anak-anak berlarian di sekitar Lapangan Vatulemo, orang tua memilih menu berbuka, sementara para pedagang menghitung hasil penjualan dengan wajah lega.
Perputaran ekonomi yang terjadi selama Ramadan bukan sekadar angka statistik. Ia adalah cerita tentang ketekunan, tentang keberanian memulai usaha kecil, tentang keluarga yang bergantung pada setiap transaksi yang terjadi malam itu.
Ekosistem yang Terus Dijaga
Kolaborasi pemerintah dan perbankan dalam Weekend Ramadhan Night 2026 menunjukkan bahwa penguatan UMKM membutuhkan ekosistem yang terintegrasi: ruang promosi, akses pembiayaan, dan dukungan regulasi.
Dengan keterlibatan lebih dari 400 pelaku usaha, kegiatan ini memberi sinyal bahwa UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi Kota Palu.
Ramadan akan berlalu, lampu-lampu tenda akan dipadamkan, namun semangat yang tumbuh di Lapangan Vatulemo diharapkan terus menyala. Sebab di balik setiap stan sederhana, ada mimpi yang diperjuangkan.
Dan di tengah riuhnya malam Ramadan, Palu menunjukkan satu hal penting: ketika ruang kolaborasi dibuka, ekonomi rakyat bisa tumbuh dengan cara yang hangat dan bermartabat.***
Reporter: Nazirah Amalia
Editor: Ikhsan Madjido






